Home / Kiprah Pemerintah / DPRD Challenge RSUD Soal Penyakit Kronis Yang Menahun
IMG-20220106-WA0034

DPRD Challenge RSUD Soal Penyakit Kronis Yang Menahun

Kota Tasikmalaya, tasikzone.com-Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama RSUD dr. Soekardjo dan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, pada Kamis (6/1/2022) di Ruang Rapat I.

Pemanggilan Direktur baru, dilakukan untuk mengetahui program kerja apa yang akan dilakukan kedepan.

Sehingga, pimpinan rapat, Gilman Mawardi, S.Pd., memberikan beberapa challenge kepada Dirut, pertama terkait dengan masalah di RSUD yang dinilai sudah kronis selama bertahun-tahun.

“Itu merupakan hal yang mendasar bagi RSUD dan tentu juga sesuai, RSUD itu sebagai badan bayangan. Tugas utamanya memberikan pelayanan kesehatan”ujar Gilman saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain itu, sambung dia, ketersedian obat-obatan juga menjadi penyakit tahunan di tubuh RSUD. Sebab, kata dia, obat merupakan suatu hal kewajiban utama dari paskes di RSUD untuk menyediakan.

“Saya tadi minta sama Dirut baru untuk bisa menjamin bahwa obat itu ada dan pasien tidak lagi disuruh mencari keluar”ungkap dia.

Kemudian yang kedua, penyakit kronis di RSUD adalah tentang CT scan. Gilman, kembali memberikan tantangan kepada Dirut untuk segera menyelesaikannya.

“Tadi beliau (Dirut) menyanggupi itu dan segera akan menyelesaikan masalah itu. Baru itu saja konsen RDP sekarang, jadi saya minta fokus dulu ke pelayanan mendasar itu”terangnya.

Menyikapi hal itu, Dirut RSUD dr Soekarjo, dr. Budi Tirmadi menerangkan, pekerjaan rumah yang disampaikan oleh DPRD akan menjadi prioritas kerjanya.

Karena memang, Budi berkeinginan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kualitas pelayanan yang baik tentunya harus di tunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten serta sarana prasarana Rumah Sakit yang layak.

BACA JUGA   PSBB Jadi Alasan Menumpuknya Limbah Bekas Pasien Covid-19, Wadirum : Penanganan Sesuai Protap

“Dari sana, kita akan meningkatkan sarana pelayanan yang membuat pasien yang berobat nyaman, yang fasilitasnya lengkap dan SDM yang kompeten”tuturnya.

Budi tidak menampik, dengan kondisi SDM yang bisa dikatakan gemuk. Tetapi, Budi belum bisa melihat kelebihan tersebut dari titik mananya.

“Karena untuk tenaga tertenu kita masih tetap kekurangan, contoh untuk doktor sepesalis itu pastinya. Diperkirakan kelebihan ini di fungsional umum, artinya tenaga-tenaga yang tidak punya keahlian tertentu”terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Uus Supangat berharap, Dinkes dan RSUD bisa bersinergi lagi dan berkolaborasi didalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Harapan kami bersama dewan kedepan, adanya perbaikan baik dari aspek kinerja keuangan, perbaikan kinerja pelayanan dan perbaikan dalam hal administratif”ungkapnya.

Uus menyebut, bukan berarti yang sebelumnya tidak baik. Tapi kata dia, yang sekarang harus lebih bisa meningkatkan lagi dalam berbagai aspek kinerja.

“Tujuannya tentu supaya rumah sakit bisa memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat”jelasnya.

Selanjutnya, tambah Uus, ada beberapa teknis yang menjadi PR besar RSUD. Pertama terkait efisiensi, pemberlakuan pembelanjaan atau pengeluaran yang efektif dan efisien. Kemudian juga memaksimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada dan juga yang menjadi perbaikan kedepan adalah seluruh refeni center yang ada di RSUD.

“Ini harus betul-betul bisa berjalan optimal dan bisa menjalankan fungsinya di dalam untuk cost recovery. Sehingga terjadi kespro yang sehat dan neraca yang balang tentunya, ini yang menjadi harapan perbaikan keuangan di RSUD”pungkasnya.(malby)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *