Home / Kab. Tasikmalaya / Disdikbud Kabupaten Tasik Diduga Alihkan Program Banprov, Ketua DPRD Angkat Bicara
Disdikbud Kabupaten Tasik Diduga Alihkan Program Banprov, Ketua DPRD Angkat Bicara

Disdikbud Kabupaten Tasik Diduga Alihkan Program Banprov, Ketua DPRD Angkat Bicara

Kabupaten Tasikmalaya, tasikzone.com – Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya angkat Bicara terkait adanya pengalihan Program Bantuan Provinsi Jawa Barat yang tadinya untuk Kunjungan Kerja 50 Guru Ke Australia, Namun Dialihkan ke Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Untuk 540 Orang Yang diadakan Di Bandung Jawa Barat.

Menurutnya, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tidak bisa dirubah.

“sebetulnya kalau azas Manfaat nya sangat baik untuk para Guru, Mau di luar negri atau didalam negeri saya setuju aja, Namun tata cara pengananggaranya jangan sampai melanggar aturan”Ucap Asep Sopari kepada Tasikzone.com, minggu (08/11/2019).

Saat ditanya itu merupakan intruksi dari Bupati Tasikmalaya dirinya mengaku belum tahu bupati bisa diskresi pada Banprov itu.

“Saya berprinsip RKPD tida bisa dirubah. Biasanya saklek tidak bisa berubah” Tandasnya.

Sebelumnya Diberitakan Tasikzone.com dengan Judul “Disdikbud Kabupaten Tasik Akui Program Berangkat Ke Australia, Dialihkan Ke Bandung

Terkait adanya kegiatan peningkatan Mutu pendidik dan tenaga kependidikan melalui Capacity Building yang diadakan dihotel Berbintang Lima di Bandung, dengan Memboyong 540 Guru Sekolah Dasar program tersebut merupakan program Limpahan yang awalnya diperuntukan untuk Study Tour Ke Australia untuk 50 orang.

BACA JUGA   LSM Janur : Diduga Ada Pemalsuan Tandatangan Di UPTD Tanjungjaya

Dikatakan Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, H Jalaludin kepada wartawan. Selasa (03/12/2019) usai menghadiri Seleksi Calon Peserta Diklat Calon Kepala Sekolah.

Menurutnya Program tersebut merupakan pengalihan dari Kunjungan Kerja Ke Australia, namun Bupati Tasikmalaya tidak mengizinkan.

“Saya Ke Bidang ini baru satu bulan jadi tidak tahu persis awalnya program ini, namun yang saya ketahui ini program untuk memberangkatkan 50 orang Guru ke Australia. Akan tetapi Bupati Tasikmalaya tidak berkenan akhirnya dialihkan ke Acara di Bandung kemarin” Ucap H Jalal.

Alasan Bupati Tasikmalaya tidak berkenan karena diindonesia banyak Profesor yang bisa meningkatkan kwalitas tenaga kependidikan

“Dan ini intruski dari bupati dan lebih alhmdulilah banyak manfaatnya. Dari yang seharusnya untuk 50 orang kemarin jadi 540 orang” Tambahnya

Anggaran ini Dari Bantuan Provinsi Jawa Barat kalau tidak diserap sayang mubazir.

“ketika ke Australia tidak jadi akhirnya dimanfaatkan untuk itu. Kami Kerjasama dengan UPI dan Unpas” Ujarnya.(rian)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!