Home / Pendidikan / Akses Jalan Ke SD Negeri 2 Tugu Ditutup, Wakil Ketua DPRD Kota Tasik Terjun Langsung Carikan Solusi
IMG-20210830-WA0030

Akses Jalan Ke SD Negeri 2 Tugu Ditutup, Wakil Ketua DPRD Kota Tasik Terjun Langsung Carikan Solusi

Kota Tasikmalaya, tasikzone.com – Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Muslim Langsung Turun Kelapangan Mengecek Langsung ke Sekolah SD Negeri 2 Tugu Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Kedatangan Politisi PDI Perjuangan ini saat mendengar Kalau Akses Jalan Ke Sekolah Tersebut Ditutup.

Kepada wartawan H Muslim mengatakan dirinya mendapatkan informasi saat Lagi Masa Reses ada masukan kalau Akses Jalan kesekolah ini di Tutup, Oleh Karena itu dirinya Langsung datang ke Lokasi untuk berdialog dengan Kepala Sekolah.

“Saya selaku pimpinan di DPRD Kota Tasikmalaya akan berjuang untuk mengajukan pembelian tanah untuk akses jalan dari JL Sl tobing ke SDN 2 Tugu” Kata H Muslim kepada awak media, di SDN 2 Tugu Jl SL Tobing, Kelurahan Tugujaya, Kec. Cihideung, senin (30/8/2021).

“Saya akan berkoordinasi dengan Sekolah, Komite, Kelurahan, Kecamatan, dan juga TAPD supaya membeli tanah ini hanya 120 meter dengan ukuran 1,5 meter x 80 meter. kalau dinilaikan sekitar 300 sampai dengan 400 juta, saya sangat terpukul dengan kondisi sekolah yang tidak mempunyai akses jalan dari depan (JL SL Tobing)” kesalnya”beber H Muslim

Dirinya pun beranggapan tidak logis harusnya siswa melewati jalan depan, ini harus memutar melalui jalan belakang (Jl Cipicung), nanti melalui pembahasan anggaran perubahan ataupun murni saya akan berjuang untuk membeli tanah ini seluas 120 meter persegi.

“Ya mudah-mudahan yang punya tanah, karena banyak keluhan dari murid, orang tua murid, komite juga berbicara bahwa jalan ini sangat dibutuhkan untuk siswa siswi dan sangat urgent karena mau pertemuan tatap muka” harapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Tugu Sri Mulyani mengatakan Siswa-siswi banyak mengeluh karena kesulitan datang ke sekolah dengan alasan akses jalan dari depan sangat simple karena siswi kita ada yang dari sambong, dari padayungan jadi mereka harus berputar melalui jalan belakang.

“Kemudian jalan belakang pun belum layak karena masih berupa gunung dan tanah belum nyaman untuk digunakan sebagai akses jalan” jelasnya.

Lanjutnya, Bahkan kadang-kadang jika memakai motor ada beberapa guru yang pernah jatuh disana.Upaya kami terhadap Dinas berkaitan lahan untuk akses jalan sudah diajukan melalui proposal untuk jalan belakang.

“Alhamdulillah untuk jalan yang dibelakang sudah ada warga yang mau menghibahkan tanahnya untuk akses masuk ke sekolah” bebernya.

Namun untuk proses pembuatan jalannya meminta bantuannya ke Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.Meskipun akses belakang sudah ada solusi namun yang di jalan depan tetap menjadi prioritas. (Rian)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!