Tasikzone.com – Yogya Group untuk pertama kalinya menggelar Festival Safari Ramadan dalam skala besar di Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di AlFath Building Center, Jalan Letnan Harun, pada Jumat (30/1/2026), dengan melibatkan ratusan pelaku usaha dan UMKM lokal.
Marketing Manager Yogya Pusat, Muhammad Irsad Raspati, mengatakan bahwa festival ini menjadi momentum perdana bagi Yogya Group dalam menyelenggarakan event Ramadan berskala besar.
“Di tahun-tahun sebelumnya kami memang pernah mengadakan kegiatan serupa, tetapi skalanya kecil dan hanya di area cabang. Untuk yang sebesar ini, baru pertama kali kami laksanakan tahun ini dengan menggandeng komunitas pengusaha serta berbagai UMKM,” ujarnya.
Menurut Irsad, Ramadan merupakan periode dengan potensi penjualan terbesar bagi Yogya Group. Tingginya animo masyarakat menjelang hingga puncak Ramadan menjadi alasan utama digelarnya festival tersebut lebih awal.
“Ramadan bagi kami adalah sumber penjualan paling besar. Antusiasme konsumen biasanya mulai terasa sebelum Ramadan dan mencapai puncaknya saat bulan puasa,” katanya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata berorientasi pada penjualan. Yogya Group juga ingin menghadirkan nuansa Ramadan sekaligus mendekatkan diri dengan segmen konsumen muslim.
“Tujuan utamanya bukan hanya penjualan, tapi kami ingin menghadirkan suasana Ramadan meskipun bulan puasanya belum dimulai, sekaligus lebih dekat dengan konsumen muslim,” jelasnya.
Irsad menyebutkan, festival tersebut idealnya digelar dalam durasi yang lebih panjang. Namun keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan hanya dilakukan selama beberapa hari.
“Tentu kami ingin lebih lama, tetapi harus disesuaikan dengan ketersediaan dana,” ujarnya.
Dalam festival ini, tercatat sekitar 150 tenant yang berpartisipasi, mayoritas berasal dari Tasikmalaya. Tenant tersebut terdiri dari pelaku UMKM serta supplier Yogya Group. Beberapa produk unggulan internal Yogya juga turut ditampilkan, seperti produk Yoha serta busana muslim merek Kanisa, yang merupakan produk hasil produksi internal Yogya.
“Kami menargetkan omzet lebih dari Rp1 miliar selama tiga hari pelaksanaan festival,” ungkapnya.
Terkait pemilihan lokasi, Irsad menilai AlFath Building Center sangat representatif untuk menampung ratusan tenant, meskipun dinilai sebagian masyarakat berada agak jauh dari pusat kota.
“Tempat ini sangat kondusif dan luas. Di dalam kota kami tidak menemukan lokasi yang mampu mengakomodasi hingga 150 tenant. Lagipula, di Tasikmalaya jarak relatif dekat ke mana pun,” pungkasnya.
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia