Home / Peristiwa / Usai Santap MBG, Ratusan Siswa Di Cisayong Diduga Alami Gejala Keracunan
IMG_20260410_101058

Usai Santap MBG, Ratusan Siswa Di Cisayong Diduga Alami Gejala Keracunan

Tasikzone.com – Ratusan pelajar SMAN 1 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami gejala dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi menu dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden tersebut terjadi pada Kamis petang (9/4/2026), dengan sejumlah siswa harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Cisayong.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 114 siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare. Dari jumlah tersebut, belasan siswa menjalani perawatan di Puskesmas, bahkan satu di antaranya dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa.

Guru SMAN 1 Cisayong, Arif, menyebutkan bahwa makanan dikonsumsi pada Rabu (8/4), sementara gejala mulai dirasakan pada malam harinya.

“Tercatat 114 orang mengalami gejala, sekitar 14 dirawat. Makanan dikonsumsi hari Rabu, dan keluhan mulai muncul malamnya,” ujarnya di Puskesmas Cisayong.

Ia menambahkan, sebagian siswa yang sempat mendapat perawatan sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.

Camat Cisayong, Ayi Mulyana, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, seluruh korban telah mendapatkan penanganan dari petugas medis, termasuk pemberian cairan infus dan obat-obatan.

“Korban sudah ditangani tenaga medis. Untuk penyebabnya masih dalam proses penyelidikan,” kata Ayi, Jumat (10/4).

Dari keterangan sejumlah siswa, gejala muncul setelah mengonsumsi menu sayur sop dalam program MBG. Petugas gabungan telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium, serta meminta keterangan dari para korban guna memastikan penyebab kejadian.

BACA JUGA   Acara Stafsus Presiden di Tasikmalaya Berakhir dengan Keluhan UMKM

Pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimcam juga turun langsung untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan yang baik. Jika ada siswa yang mengalami gejala serupa, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambah Ayi.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Makan Bergizi Gratis, Ruby Azhari, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan mengirim sampel makanan ke laboratorium di Bandung.

“Dugaan keracunan masih dalam penyelidikan karena sampel baru saja kami kirim untuk diuji,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Selain itu, kejadian ini telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebagai langkah lanjutan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam penyediaan makanan tersebut dihentikan sementara operasionalnya mulai Jumat (10/4).

“Kami pastikan korban tertangani dengan baik. Kasus ini sudah dilaporkan ke BGN, dan operasional SPPG untuk sementara dihentikan,” kata Ruby.

Ruby juga menyayangkan terulangnya kejadian serupa dan mengimbau seluruh pengelola program MBG agar lebih berhati-hati dalam pengelolaan makanan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ke depan, pengelola harus lebih serius dan berhati-hati agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban,” pungkasnya.

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *