Home / Ragam / Proyek hingga Jabatan Diduga Diatur, Aktivis Sebut Ada “Bayangan Hitam” di Pemkot Tasikmalaya
IMG_20251217_212435

Proyek hingga Jabatan Diduga Diatur, Aktivis Sebut Ada “Bayangan Hitam” di Pemkot Tasikmalaya

Tasikzone.com – Isu keberadaan sosok-sosok tak terlihat yang diduga ikut mengendalikan roda birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya mencuat ke ruang publik.

Aktivis pemerhati kebijakan publik, Asep Budi Parjaman menyebut fenomena itu sebagai “bayangan hitam” di sekitar Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.

Menurut Asep, isu tersebut bukan sekadar gosip birokrasi, melainkan telah menjadi pembicaraan luas di internal pemerintahan Viman–Diky.

Pemicunya, klaim adanya pihak nonstruktural yang diduga ikut menentukan arah proyek pembangunan strategis di Kota Tasikmalaya.

“Yang jadi masalah, bayangan ini seolah memiliki kewenangan menentukan proyek-proyek pembangunan,” kata Asep Gatot Sapaan Akrabnya kepasa wartawan, kamis (18/12/2025)

Ia menilai dugaan intervensi itu tidak berhenti pada proyek fisik, tetapi juga merambah penentuan jabatan birokrasi. Asep menggambarkan situasi tersebut layaknya permainan catur, di mana mutasi dan penempatan pejabat dilakukan secara bebas selama dianggap aman dari risiko.

“Isu yang beredar, mereka ikut mengatur pejabat. Birokrasi seperti bidak catur,” ujarnya.

Asep mendesak aparat penegak hukum untuk tidak menutup mata. Ia meminta dilakukan penelusuran serius guna memastikan apakah dugaan keterlibatan pihak-pihak di luar struktur resmi pemerintahan benar terjadi.

BACA JUGA   Apresiasi Polri Pertahankan Posisi di Bawah Presiden

“Kalau dibiarkan, ini berbahaya bagi tata kelola pemerintahan,” tegasnya.

Ia menyebut sejumlah proyek strategis yang menurut informasi yang ia peroleh diduga berada dalam pengaruh kelompok tersebut, di antaranya pembangunan Jembatan Rancabango, drainase Masjid Agung II, rumah dinas Wali Kota, serta proyek SPAM di empat titik.

Asep juga menyinggung dugaan praktik serupa di Dinas Pendidikan. Ia menyebut adanya pendelegasian kewenangan kepada seorang aktivis pemuda yang disebut memiliki komunikasi langsung dengan salah satu kepala bidang.

Tidak hanya di Dinas Pendidikan bahkan sudah masuk ke Lingkaran Semua OPD yang ada di Kota Tasikmalaya.

Lebih lanjut, Asep mengklaim telah mengantongi identitas pihak-pihak yang diduga menjadi bagian dari “bayangan hitam” tersebut.

Ia menyebut jumlahnya tiga orang dan berencana menyerahkan nama-nama itu kepada aparat penegak hukum.

“Nama-namanya ada. Akan saya serahkan ke APH supaya diuji kebenarannya,” kata Asep. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *