Tasikzone.com – Situasi memanas terjadi di Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, setelah puluhan warga melakukan aksi perusakan dan pembakaran terhadap sebuah gudang milik Padepokan Saung Taraju Jamantara (STJ), Selasa malam (1/4/2026).
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB itu diduga dipicu oleh keresahan warga terhadap aktivitas pemilik padepokan berinisial K yang dinilai menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, mengungkapkan bahwa insiden tersebut merupakan puncak dari akumulasi kekecewaan TikTok Ketegangan meningkat setelah K melakukan siaran langsung di media sosial TikTok.
Dalam siaran tersebut, sebagian warga menilai terdapat konten yang dianggap menyinggung keyakinan agama, sehingga memicu reaksi emosional dari masyarakat sekitar.
Padahal, menurut catatan aparat, aktivitas padepokan tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian. Pada tahun 2024, Bakorpakem Tasikmalaya diketahui pernah menghentikan operasionalnya.
Namun, kemunculan kembali aktivitas melalui media digital memicu amarah sekitar 60 warga yang kemudian melakukan aksi spontan. Sebuah bangunan gudang berukuran 3×4 meter dilaporkan dirusak dan dibakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp6 juta.
Menanggapi kejadian itu, jajaran Polres Tasikmalaya langsung bergerak cepat. Kapolres turun langsung ke lokasi bersama personel gabungan untuk mengendalikan situasi.
Pendekatan persuasif dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah desa. Hasilnya, massa berhasil dibubarkan tanpa eskalasi lebih lanjut.
“Situasi dapat dikendalikan. Warga akhirnya kembali ke rumah masing-masing secara tertib,” ujar Kapolres. Selasa (07/04/2026)
Pasca-kejadian, polisi melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari pemasangan garis polisi, olah tempat kejadian perkara, hingga pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi.
Sementara itu, keberadaan K hingga kini belum diketahui dan masih dalam pencarian. Namun, pihak kepolisian memastikan keselamatan keluarganya dengan mengevakuasi istri dan anak-anaknya ke lokasi yang lebih aman di wilayah Mangkubumi sebelum situasi memburuk.
Untuk menjaga kondusivitas, aparat menerapkan pengamanan berlapis di wilayah Taraju. Pendekatan intelijen dan dialog rutin dengan masyarakat terus dilakukan guna meredam potensi konflik lanjutan.
Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kejaksaan melalui Bakorpakem, serta Kementerian Agama untuk mengkaji persoalan ini dari sisi hukum dan keagamaan.
Saat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya bersama Kemenag tengah melakukan pembahasan intensif. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap profesional dan netral dalam menangani kasus ini.
“Kami akan menindak secara hukum semua pihak yang terlibat, baik dalam aksi perusakan maupun jika ditemukan unsur pelanggaran lainnya,” tegasnya.
Pemerintah desa bersama MUI Kecamatan Taraju juga telah menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan wilayah serta mencegah terulangnya kejadian serupa.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia