Home / Kota Tasikmalaya / Pegiat Olahraga Keluhkan Kondisi Alun-alun Dadaha Pasca Kegiatan Konser, Fasilitas Rusak dan Kotor
IMG_20260407_111252

Pegiat Olahraga Keluhkan Kondisi Alun-alun Dadaha Pasca Kegiatan Konser, Fasilitas Rusak dan Kotor

Tasikzone.com – Para pegiat olahraga di kawasan Dadaha mengeluhkan kondisi Taman Dadaha yang dinilai tidak layak digunakan pasca kegiatan hiburan musik yang digelar akhir pekan lalu.

Darsono, salah satu pegiat olahraga, menyampaikan bahwa keluhan ini datang khususnya dari para purna bakti atau pensiunan yang rutin berolahraga setiap hari di sekitar Lapangan Sepak Bola/Stadion Dadaha hingga area Taman Dadaha.

Menurutnya, pada Sabtu, 4 April 2026, akses menuju Taman Dadaha sudah tidak dapat digunakan karena area tersebut dipagari dan ditutup menggunakan pagar besi.

“Biasanya setelah berolahraga di lapangan, kami melanjutkan aktivitas ke Taman Dadaha. Namun saat itu sudah tidak bisa masuk karena ditutup,” ujar Darsono.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, area tersebut digunakan untuk kegiatan hiburan dengan menghadirkan grup musik Wali Band pada Minggu, 5 April 2026.

Darsono menuturkan, para pegiat olahraga kembali datang pada Senin pagi, 6 April 2026 sekitar pukul 07.30 WIB. Namun, kondisi lokasi masih belum siap digunakan.

“Masih ada sekitar empat truk yang mengangkut peralatan panggung. Selain itu, sampah berserakan dan kondisi lingkungan sangat kotor, sehingga mengganggu aktivitas olahraga,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan adanya kerusakan pada sejumlah fasilitas, khususnya tembok di sekitar lapangan yang terlihat retak hingga ambles.

BACA JUGA   Kampung Gunung Cihcir Wakili Kota Tasik Penilaian P2WKS Tingkat Provinsi

Lebih lanjut, dari hasil perbincangan para pegiat olahraga, muncul sejumlah catatan kritis. Di antaranya, kegiatan hiburan musik dinilai kurang tepat dilaksanakan di area tersebut karena berdampak pada kerusakan fasilitas publik.

Selain itu, mereka mempertanyakan mengapa kegiatan serupa tidak dialihkan ke lokasi lain seperti Lanud, sebagaimana sebelumnya digunakan untuk kegiatan hiburan oleh Rhoma Irama bersama Soneta.

Keluhan juga datang dari para pedagang di sekitar Taman Dadaha. Darsono menyebut, para pedagang mengaku sering terdampak kegiatan serupa tanpa adanya kompensasi, padahal mereka tidak dapat berjualan selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin.

“Para pedagang mengeluhkan tidak adanya kompensasi, sementara mereka kehilangan pendapatan selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Selain itu, aspek kebersihan juga menjadi sorotan. Para pegiat menilai penanganan sampah pasca kegiatan masih belum optimal, dengan kondisi lingkungan yang kotor dan tidak segera dibersihkan.

Darsono berharap Pemerintah Kota dapat lebih memperhatikan pengelolaan kegiatan di ruang publik, khususnya di kawasan Dadaha yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Kami sangat peduli dengan Taman Dadaha sebagai ikon Kota Tasikmalaya. Harapannya, fasilitas ini bisa tetap terjaga dan digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” pungkasnya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *