Tasikzone.com – Pasar Cikurubuk, denyut utama ekonomi rakyat di Kota Tasikmalaya, kian kehilangan nyawanya. Lorong-lorong semrawut, akses jalan yang tak tertata, serta minimnya pengunjung menjadi potret sehari-hari pasar terbesar di wilayah Priangan Timur itu.
Di balik kondisi tersebut, pedagang menilai ada masalah yang lebih mendasar, absennya kehadiran negara dalam pengelolaan pasar tradisional.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya, Ahmad Zahid, menyebut sepinya Pasar Cikurubuk bukan sekadar akibat perubahan perilaku belanja masyarakat, melainkan buah dari pembiaran yang berlangsung bertahun-tahun.
“Ini bukan kondisi yang baru satu atau dua bulan. Sudah lama seperti ini. Pasar carut-marut, tidak tertata, pembeli makin jarang. Yang kami pertanyakan, di mana peran pemerintah ? Jangan sampai kondisi ini dibiarkan terus,” kata Ahmad Zahid. Usai mengadakan acara Tabligh Akbar, rabu (14/01/2025)
Menurutnya, persoalan Pasar Cikurubuk bukan ketiadaan aturan. Regulasi penataan pasar, pengelolaan pedagang kaki lima, hingga pengaturan akses lalu lintas sebenarnya sudah tersedia. Namun, kebijakan itu dinilai berhenti di atas kertas.
“Aturannya jelas ada. Tinggal kemauan untuk menata. Kaki lima perlu ditertibkan, area pasar harus diatur, akses jalan dibuat nyaman. Kalau kondisi pasar seperti sekarang, wajar kalau pengunjung enggan datang,” ujarnya.
Di tengah ketiadaan penataan tersebut, pedagang pasar tradisional dipaksa berkompetisi tanpa perlindungan yang memadai. Pasar modern tumbuh, belanja daring semakin dominan, sementara kondisi ekonomi dan kebijakan tertentu turut menekan daya beli masyarakat.
“Kami bersaing dengan pasar modern, dengan penjualan online, ditambah lagi dampak kondisi ekonomi. Tapi negara seharusnya hadir melindungi pasar rakyat. Jangan pedagang dibiarkan berjuang sendiri,” kata Ahmad Zahid.
Ia menilai, tanpa intervensi serius dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk berpotensi semakin terpinggirkan. Padahal, ribuan pedagang menggantungkan hidup pada aktivitas pasar tersebut.
“Pasar ini urat nadi ekonomi rakyat kecil. Kalau dibiarkan seperti ini terus, yang mati bukan hanya pasar, tapi juga penghidupan pedagang. Pemerintah harus segera turun tangan, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Ahmad Zahid pun mendesak adanya langkah konkret dan terukur, bukan solusi tambal sulam. Penataan menyeluruh dinilai mendesak agar Pasar Cikurubuk kembali menjadi ruang ekonomi yang layak, tertib, dan ramah bagi pengunjung.
“Kami berharap pemerintah hadir sepenuhnya, bertanggung jawab, dan serius menata Pasar Cikurubuk. Ini bukan kepentingan pedagang semata, tapi kepentingan ekonomi rakyat Kota Tasikmalaya,” pungkasnya. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia