Home / Kab. Tasikmalaya / Operasi Ketupat Lodaya Resmi Digelar, Jalur Mudik Tasikmalaya Jadi Fokus Pengamanan
IMG_20260312_231551

Operasi Ketupat Lodaya Resmi Digelar, Jalur Mudik Tasikmalaya Jadi Fokus Pengamanan

Tasikzone.com – Polres Tasikmalaya menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Lodaya 2026 di Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya operasi pengamanan Hari Raya Idulfitri yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga sejumlah instansi terkait.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama menjelaskan, Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan langkah pengamanan terpadu yang disiapkan untuk menjamin kelancaran serta keamanan masyarakat selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.

Menurutnya, operasi tersebut akan berlangsung selama 13 hari terhitung mulai hari ini. Dalam periode tersebut, aparat gabungan akan memprioritaskan pengamanan pada arus mudik, arus balik, serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang dan setelah Idulfitri.

“Pengamanan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait. Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik hingga kembali setelah Lebaran,” ujar Wahyu.

Selain fokus pada pengamanan lalu lintas, petugas juga akan melakukan pengamanan terhadap berbagai kegiatan keagamaan, terutama pelaksanaan Salat Idulfitri yang digelar umat Islam di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Kapolres menambahkan, berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan seluruh pihak terkait. Dalam forum tersebut, masing-masing instansi telah menyusun peran dan langkah yang akan dijalankan selama operasi berlangsung.

“Setiap bidang sudah menyiapkan tugasnya masing-masing. Melalui rapat sektoral tersebut, kami merumuskan berbagai langkah strategis agar pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan optimal,” jelasnya.

Pada Operasi Ketupat Lodaya tahun ini, Polres Tasikmalaya mengerahkan sekitar 650 personel gabungan. Jumlah tersebut terdiri dari 270 personel kepolisian, 50 personel dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, 100 personel TNI, serta sekitar 230 personel dari berbagai instansi lainnya.

BACA JUGA   Banyaknya Bantuan Ke Desa, Dinas Terkait Adakan Evaluasi

Ratusan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari kemacetan hingga kemungkinan bencana di jalur mudik.

Wahyu juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan di jalur mudik yang melintasi wilayah Tasikmalaya, termasuk kawasan yang tergolong black spot dan trouble spot yang berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun gangguan lalu lintas.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Tasikmalaya juga menyiapkan tim tanggap bencana yang akan disiagakan di beberapa pos pengamanan. Salah satunya berada di Pos Tapal Kuda, Kecamatan Salawu, yang dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan sekaligus memiliki potensi bencana alam.

Sementara untuk wilayah selatan Tasikmalaya seperti Cipatujah, kesiapsiagaan petugas akan dipusatkan di Pos Pasanggrahan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan maupun situasi darurat lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Roni Akhmad Sahroni, menegaskan bahwa pengamanan Lebaran merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan terus memperkuat koordinasi dengan Polres Tasikmalaya serta berbagai instansi terkait guna memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik, dapat berjalan optimal.

“Ini merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelayanan kepada masyarakat, terutama para pemudik, dapat berjalan dengan baik,” kata Roni.

Ia menambahkan, sejumlah perangkat daerah juga turut dilibatkan secara langsung dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat Lodaya 2026, di antaranya Dinas Perhubungan, BPBD, dan Satpol PP. Instansi-instansi tersebut akan berperan dalam pengaturan lalu lintas, penanganan potensi bencana, serta menjaga ketertiban selama masa mudik dan perayaan Idulfitri.

Melalui sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah, diharapkan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *