Home / Bisnis / OJK Percepat Transformasi BPR, Empat Bank Regional Resmi Bergabung
IMG_20260226_190058

OJK Percepat Transformasi BPR, Empat Bank Regional Resmi Bergabung

Tasikzone.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menyetujui penggabungan empat Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Priangan Timur sebagai bagian dari langkah konsolidasi industri perbankan yang berkelanjutan.

Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan daya saing, serta memperkokoh ketahanan BPR dalam mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Persetujuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-15/D.03/2026 tanggal 20 Februari 2026 tentang penggabungan PT BPR Nusamba Sukaraja (Sukabumi), PT BPR Nusamba Plered (Purwakarta), PT BPR Nusamba Singaparna (Tasikmalaya), dan PT BPR Mitra Harmoni Indramayu (Indramayu) ke dalam PT BPR Nusamba Tanjungsari (Sumedang) sebagai entitas penerima penggabungan.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menyampaikan bahwa seluruh proses penggabungan telah melalui tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk penilaian terhadap aspek permodalan, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, hingga pelindungan konsumen.

“Penggabungan ini diharapkan melahirkan entitas BPR yang lebih kuat dan sehat, sehingga mampu menghadirkan produk serta layanan yang lebih inovatif dan kompetitif. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri BPR,” ujar Nofa saat penyerahan Surat Keputusan (SK) Penggabungan kepada jajaran pengurus PT BPR Nusamba Tanjungsari di Kantor OJK Tasikmalaya, Kamis (26/02/2026).

Dengan efektifnya penggabungan tersebut, seluruh hak dan kewajiban masing-masing BPR yang melebur secara hukum beralih kepada PT BPR Nusamba Tanjungsari. Nasabah tetap dapat melakukan transaksi dan memperoleh layanan perbankan sebagaimana biasa tanpa perubahan terhadap hak dan kewajibannya.

BACA JUGA   Tasco Panglayungan Resmi Dibuka, Sediakan Stand Untuk UKM

OJK juga mengimbau seluruh nasabah dan masyarakat untuk tetap tenang serta terus mempercayakan layanan kepada industri BPR yang kini semakin diperkuat melalui kebijakan konsolidasi yang sehat dan terarah. OJK berkomitmen mendorong penguatan kelembagaan BPR melalui konsolidasi dan transformasi berkelanjutan guna menciptakan industri yang lebih efisien, kompetitif, dan berdaya tahan, sekaligus mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Secara umum, kinerja BPR dan BPR Syariah di wilayah Priangan Timur sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Aset tercatat tumbuh 3,81 persen (year on year) menjadi Rp3,56 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 2,71 persen (yoy) menjadi Rp2,51 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 5,62 persen (yoy) hingga mencapai Rp2,81 triliun. Fungsi intermediasi tetap berjalan baik dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang terjaga dalam batas terkendali.

Langkah konsolidasi ini menjadi bagian dari strategi penguatan struktur industri BPR di Jawa Barat, khususnya Priangan Timur, agar semakin adaptif menghadapi dinamika ekonomi dan mampu menjadi motor penggerak pembiayaan UMKM di daerah.

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *