Home / Olahraga / Membaca Sepak Bola dari Perspektif Budaya Lewat Diskusi dan Nobar di Tasikmalaya
IMG_20260111_081709

Membaca Sepak Bola dari Perspektif Budaya Lewat Diskusi dan Nobar di Tasikmalaya

Tasikzone.com – Komunitas Cermin Tasikmalaya bersama Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) HMI Cabang Tasikmalaya akan menggelar Diskusi Budaya yang dirangkaikan dengan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung hari ini minggu 11 Januari 2025, bertempat di Buleud Gallery & Studio, Jalan Pemuda No. 1, Kota Tasikmalaya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua Komunitas Cermin Tasikmalaya, Asmansyah Timutiah atau yang akrab disapa Kang Aconk. Ia menyebutkan, acara tersebut dirancang sebagai ruang refleksi kritis untuk membaca perkembangan sepak bola sekaligus menjadi sarana hiburan kolektif yang menyatukan masyarakat.

Menurut Kang Aconk, sepak bola memiliki akar yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat. Olahraga ini, kata dia, lahir dari ruang-ruang sederhana seperti gang sempit dan lapangan kampung, serta melekat dalam ingatan kolektif masyarakat sejak masa kecil. Namun seiring waktu, sepak bola mengalami perubahan signifikan.

“Sepak bola kini tidak lagi sekadar permainan rakyat. Ia telah masuk ke dalam pusaran industri, dengan nilai ekonomi tinggi, pengelolaan profesional, dan komersialisasi yang kian kuat,” ujarnya.

Diskusi budaya ini mengusung tema “Sepak Bola antara Permainan, Olahraga, dan Industri”. Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memperkaya perspektif, di antaranya Ketua PSSI Kota Tasikmalaya H. Wahid, S.Pd, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si, serta budayawan Kota Tasikmalaya, Tatang Pahat.

BACA JUGA   Pendaki Cilik Asal Australia, Ikuti Pendakian Ke Gunung Sumbing

Dr. Deddy Mulyana menilai forum diskusi semacam ini penting untuk menumbuhkan kesadaran publik bahwa sepak bola memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar hasil pertandingan. Menurutnya, sepak bola juga memuat nilai-nilai budaya, identitas, serta pembentukan karakter yang perlu dijaga dan dikembangkan.

Rangkaian acara akan dimulai pukul 13.30 WIB dan diawali dengan pertunjukan seni budaya oleh Amang Bolon. Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan nobar laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang kerap disebut sebagai El Clasico Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Cermin Tasikmalaya mengajak masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam suasana kebersamaan. Kang Aconk berharap, peserta dapat menikmati hiburan sekaligus berdiskusi secara kritis dan berimbang, sehingga sepak bola dapat dipahami tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika sosial dan budaya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *