Home / Sosial & Budaya / Luput dari Bantuan Sosial, Mak Jijah Bertahan di Tengah Keterbatasan Hidup
IMG-20251105-WA0033

Luput dari Bantuan Sosial, Mak Jijah Bertahan di Tengah Keterbatasan Hidup

Tasikzone.com — Di tengah hiruk pikuk penyaluran bantuan sosial dari pemerintah, kisah pilu datang dari seorang perempuan lansia bernama Mak Jijah (70), warga RT 03 RW 06 Pamipiran, Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Hidup serba kekurangan, Mak Jijah harus menelan kenyataan pahit karena namanya tidak tercatat sebagai penerima bantuan, meski jelas-jelas membutuhkan.

Setiap bulan, Mak Jijah hanya mengandalkan belas kasihan tetangga untuk bertahan hidup di rumah petak berukuran 5×3 meter, yang ia tinggali bersama anak semata wayangnya.

Sementara di sekelilingnya, warga lain menikmati bantuan sosial, ia hanya bisa menatap dalam diam.

“Saya cuma bisa pasrah, mungkin belum rezeki. Tapi kalau bisa, saya juga ingin dapat bantuan seperti yang lain,” tutur Mak Jijah dengan suara lirih.

Keterbatasan yang dialaminya menggambarkan betapa bantuan sosial pemerintah masih belum sepenuhnya menyentuh warga yang benar-benar membutuhkan.

Harapan baru datang pada Rabu (5/11/2025), ketika Yayasan Padi Nusantara Sejahtera mendatangi rumah sederhana Mak Jijah untuk menyerahkan bantuan berupa beras dan uang tunai. Bantuan itu menjadi penghibur di tengah kesulitan hidup yang ia hadapi.

“Kami sangat terharu melihat kondisi Mak Jijah. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan memberi semangat untuk terus bertahan,” ujar Yanuar M. Rifqi, perwakilan Yayasan Padi, usai menyerahkan bantuan.

BACA JUGA   HUT Ke-67, Aksi Sosial Alumni SMAN 1 Kota Tasikmalaya Berikan Pelayanan Kesehatan

Yanuar menilai kisah Mak Jijah menjadi bukti bahwa penyaluran bantuan sosial di Kota Tasikmalaya masih belum sepenuhnya tepat sasaran. Ia pun mengimbau pemerintah daerah agar lebih jeli dalam mendata masyarakat miskin.

“Kami menemukan fakta bahwa seorang jompo di Kecamatan Kawalu, yang seharusnya mendapat bantuan, justru luput dari perhatian. Ini menandakan perlunya evaluasi dan ketepatan data penerima bantuan sosial,” tegasnya.

Air mata haru pun menetes di pipi Mak Jijah saat menerima bantuan itu.

“Saya berterima kasih sekali kepada Yayasan Padi. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu,” ucapnya dengan suara bergetar.

Kisah Mak Jijah menjadi potret nyata ketimpangan sosial yang masih terjadi di tengah masyarakat.

Di balik gemuruh program bantuan pemerintah, masih ada warga yang terlewat mereka yang hidup di pinggiran, menunggu uluran tangan dan perhatian.

Harapannya, pemerintah bersama lembaga sosial dan masyarakat dapat bersinergi memastikan setiap bantuan benar-benar tepat sasaran, agar tak ada lagi Mak Jijah lain yang harus berjuang sendirian dalam sunyi.(***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *