Home / Olahraga / Lewat Rakerda, KONI Kota Tasikmalaya Matangkan Persiapan Porprov Jawa Barat
IMG_20251224_213052

Lewat Rakerda, KONI Kota Tasikmalaya Matangkan Persiapan Porprov Jawa Barat

Tasikzone.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang berlangsung di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya. Rakerda tersebut diikuti seluruh cabang olahraga (cabor) sebagai bagian dari evaluasi dan penyusunan program menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang.

Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Anton Suherlan, S.Pd, menjelaskan bahwa Rakerda menjadi forum laporan kinerja cabor selama delapan bulan terakhir sekaligus bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Kami melaporkan capaian masing-masing cabor selama delapan bulan. Dari laporan itu, kami menyusun target dan program, apa yang perlu ditata dan apa yang harus diperbaiki dalam waktu terdekat,” ujar Anton.

Anton menegaskan, target utama KONI Kota Tasikmalaya adalah meningkatkan peringkat pada Porprov Jawa Barat. Pada Porprov sebelumnya, Kota Tasikmalaya berada di peringkat ke-24, dan pada Porprov mendatang ditargetkan mampu menembus peringkat belasan.

“Dasarnya sudah ada, yaitu 28 medali emas yang diraih pada Babak Kualifikasi Porprov. Walaupun masih ada satu cabor yang belum selesai, yakni FBVSI, minimal target itu bisa dipertahankan. Bahkan kalau hanya setengahnya saja, peluang kita masuk peringkat belasan tetap terbuka,” jelasnya.

BACA JUGA   Bonus Miliaran Menanti Timnas Indonesia

Ia menyebut, tuntutan Wali Kota Tasikmalaya terkait prestasi olahraga sejatinya sederhana, yakni adanya peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut, kata Anton, sudah menjadi catatan dan telah dijawab melalui perencanaan yang disusun KONI.

Terkait dukungan anggaran, Anton mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026, alokasi dana akan lebih berpihak kepada cabang olahraga, khususnya untuk pembinaan atlet.

“Anggaran 2026 diarahkan untuk pembinaan, mulai dari training out, training in, hingga pengadaan peralatan latihan untuk Porprov. Dengan waktu persiapan sekitar 11 bulan, kami optimistis persiapan bisa dilakukan secara matang,” katanya.

Namun demikian, Anton menegaskan bahwa pencapaian target tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada cabor. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar target tersebut dapat tercapai.

“Capaian 28 medali emas itu juga tidak gratis. Kami tetap memberikan uang kepret dan dana operasional dari pemerintah. Bahkan besaran anggaran tahun ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya. (Gal)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *