Home / Ragam / Jika Pemkot Tasik Abai, KH Miftah Fauzi Siap Pimpin Aksi Bela Pedagang Pasar Cikurubuk
IMG_20260114_173323

Jika Pemkot Tasik Abai, KH Miftah Fauzi Siap Pimpin Aksi Bela Pedagang Pasar Cikurubuk

Tasikzone.com – Tokoh masyarakat Tasikmalaya, KH Miftah Fauzi, menegaskan bahwa negara harus segera hadir untuk menyelamatkan pedagang Pasar Cikurubuk yang kian terpuruk. Ia menilai, pembiaran yang terus berlangsung justru berpotensi memperparah persoalan pasar tradisional.

“Negara harus hadir menyelamatkan pedagang. Saat ini saja ada sekitar seribu kios yang kosong. Kalau pemerintah tidak segera turun tangan, kondisinya seperti kanker yang terus meluas,” ujar KH Miftah Fauzi. Usai memberikan Tausiah kepada warga pasar dalam acara tabligh akabar, rabu (14/01/2025)

Menurutnya, semakin banyak kios yang tutup dan kosong di bagian dalam pasar menunjukkan adanya ketidakpastian pengelolaan dan kepastian hukum. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu konflik antarwarga pasar.

> “Kalau kios di belakang kosong dan tidak ada kepastian hukum, lama-lama akan terjadi gesekan. Orang bisa saling babad dan saling hantam karena berebut ruang hidup,” katanya.

KH Miftah Fauzi menekankan, pemerintah harus turun langsung dengan cara yang bijaksana dan humanis, serta segera menghadirkan solusi konkret. Ia menyoroti ketimpangan tata ruang pasar, di mana kios di bagian dalam kosong, sementara aktivitas menumpuk di bagian depan.

“Ini ironi. Di dalam ada seribu kios kosong, tapi di depan pasar justru penuh dan semrawut. Pemerintah harus cepat turun, duduk bersama warga pasar, dan memberikan solusi yang adil,” ujarnya.

BACA JUGA   Wabup Tasikmalaya Imbau Warga Waspada Penipuan yang Mencatut Namanya di WhatsApp

Ia juga menegaskan pentingnya penataan pedagang kaki lima secara manusiawi. Menurutnya, PKL bukan untuk disingkirkan, melainkan diatur dan diberi ruang yang layak oleh negara.

“Pedagang kaki lima harus ditempatkan dengan baik dan diberi porsi yang layak. Kalau negara benar-benar turun, persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan,” tegasnya.

KH Miftah Fauzi mencontohkan penataan pasar di daerah lain yang dinilainya berhasil karena kehadiran pemerintah yang tegas dan konsisten.

“Persoalan pasar di berbagai daerah bisa selesai. Contohnya di Kota Tangerang, itu bisa ditata. Artinya, kalau pemerintah serius, masalah seperti ini bukan hal yang mustahil diselesaikan,” katanya.

Ia juga menyinggung persoalan aset dan pengelolaan Pasar Cikurubuk yang hingga kini belum tuntas, termasuk terkait Pasar Induk Cikurubuk (Pasos) dan kewenangan pengelolaan.

> “Kalau Pasos terus dibiarkan tidak jelas, sementara pengelolaan seperti Maya Graha belum sepenuhnya diserahkan, maka masalah tidak akan selesai. Tapi kalau negara turun tangan, insyaallah ada jalan keluar,” ucapnya.

Sebagai bentuk kepedulian, KH Miftah Fauzi menyatakan kesiapannya untuk turun langsung membela pedagang Pasar Cikurubuk.

“Saya siap memimpin dan mengoordinasikan aksi turun ke lapangan demi membela pedagang Pasar Cikurubuk. Saya melihat ada pembiaran dan ketidakpastian. Kalau negara tidak hadir, kami siap bergerak membela masyarakat pasar,” pungkasnya. (Gal)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *