Tasikzone.com — Komitmen terhadap aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan Komunitas JBZ Kota Tasikmalaya melalui program tahunan Z-CARE 2026. Kegiatan yang digagas oleh Bidang Kemanusiaan JBZ tersebut digelar pada Minggu, 8 Maret 2026, di Panti Asuhan Taman Harapan, Jalan Taman Harapan, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Program Z-CARE tahun ini tidak hanya berfokus pada bantuan materiil, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi dan pemberdayaan bagi anak-anak panti asuhan. Melalui konsep pembelajaran inklusif, JBZ memperkenalkan pelatihan bahasa isyarat sebagai sarana membangun empati, komunikasi, serta pengembangan potensi diri.
Sebanyak 30 anak asuh mengikuti kegiatan ini dengan pendampingan dari 33 anggota JBZ Kota Tasikmalaya yang terbagi ke dalam sejumlah divisi kerja. Kegiatan dirancang interaktif dengan berbagai aktivitas edukatif yang menitikberatkan pada kreativitas dan penguatan kemampuan komunikasi.
Beberapa kegiatan utama yang dilaksanakan antara lain pengembangan motorik melalui pembuatan karya tangan guna melatih koordinasi serta konsentrasi anak-anak. Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan bahasa isyarat yang diselenggarakan bekerja sama dengan Komunitas Meta Morfrosa.
Melalui sesi tersebut, para peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar bahasa isyarat sekaligus diajak memahami pentingnya komunikasi inklusif bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati sekaligus memperkaya kemampuan linguistik anak-anak.
Ketua Pelaksana Z-CARE 2026, Amanda Hanifah Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah kolaboratif untuk mendistribusikan perhatian dan sumber daya secara nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan ini bukan sekadar aksi amal, tetapi juga ruang untuk saling belajar. Kami menghadirkan pelatihan bahasa isyarat karena kesadaran terhadap pendidikan inklusif di Jawa Barat terus meningkat. Meski aksesnya masih terbatas, hal itu tidak menjadi penghalang selama ada kemauan untuk belajar dan berbagi,” ujar Amanda.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi disusun secara sistematis agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi para peserta.
Melalui program Z-CARE 2026, Komunitas JBZ Kota Tasikmalaya ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui pemberdayaan dan penguatan kapasitas individu. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mendorong tumbuhnya pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia