Home / Ragam / Istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Ajukan Mundur Dari Tim Penggerak PKK
IMG_20260105_085822

Istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Ajukan Mundur Dari Tim Penggerak PKK

Tasikzone.com – Istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya dikabarkan sudah menyampaikan Pengajuan pengunduran diri dari kepengurusan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tasikmalaya

Rani Permayani, bukan figur sembarangan dalam struktur TP PKK. Sebagai Ketua I yang membidangi penguatan karakter keluarga, ia menempati posisi strategis dalam salah satu pilar utama gerakan PKK.

Peran ini bersentuhan langsung dengan isu krusial pembangunan sosial, mulai dari pola asuh anak, pendidikan karakter, hingga penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Selama menjabat, Rani dikenal aktif dalam berbagai agenda, baik internal organisasi maupun kegiatan lapangan.

Kontribusinya dinilai penting dalam menjaga kesinambungan program PKK sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas keluarga. Karena itu, keputusan untuk mundur tak pelak memantik perhatian publik.

Kabarnya pengunduran diri ini sudah disampaikan hingga dua bulan. Namun, belum ada keputusan resmi dari Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, Elvira Kamarrow Putri.

“Saya sudah mengajukan surat pengunduran diri sejak dua bulan lalu, tetapi sampai sekarang belum ditandatangani,” ujar Rani saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).

Rani menepis spekulasi adanya konflik internal. Ia memastikan komunikasi dengan jajaran pengurus, termasuk ketua TP PKK, tetap berjalan baik. Bahkan, ia mengaku masih diberi ruang apabila suatu saat ingin kembali aktif.

Penjelasan Rani kemudian mengarah pada alasan utama pengunduran diri yaitu kondisi kesehatan. Atas permintaan suami, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, ia diminta membatasi aktivitas, terutama yang bersifat publik dan organisatoris.

BACA JUGA   Di Ciamis, Selama 5 Tahun Keluarga Ini Hidup Di Bekas Kandang Domba

“Ada kondisi yang membuat aktivitasnya harus dikurangi. Saya tidak berani menyampaikan detailnya, yang jelas kondisinya cukup serius dan kelelahan bisa menjadi persoalan,” kata Diky.

Menurutnya, saat ini Rani lebih memilih menjalani aktivitas di lingkungan yang lebih tenang guna mendukung proses pemulihan. Salah satunya dengan lebih banyak menghabiskan waktu di kebun.

“Sekarang lebih banyak di kebun, karena faktor udara juga membantu proses pemulihan. Lingkungannya lebih sehat,” ujarnya.

Untuk sementara, Rani memilih menjalani pemulihan di lingkungan yang lebih tenang, termasuk menghabiskan waktu di kebun dengan udara yang lebih sehat.

Namun demikian, persoalan belum sepenuhnya selesai. Ketiadaan sikap resmi dari TP PKK Kota Tasikmalaya hingga berita ini diturunkan menyisakan tanda tanya.

Dalam organisasi yang berfungsi sebagai mitra pemerintah daerah, kejelasan administratif dan ketegasan keputusan semestinya menjadi bagian dari etika kelembagaan.

Pengunduran diri seorang pejabat strategis, apa pun alasannya, perlu direspons secara terbuka dan profesional. Bukan hanya demi kepastian organisasi, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi yang selama ini membawa misi pembangunan keluarga. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *