Tasikzone.com – Pasca insiden meninggalnya seorang peserta aksi di Jakarta, dampaknya terasa hingga ke berbagai daerah. Hampir di seluruh kota, aksi massa digelar untuk menuntut keadilan atas peristiwa tersebut.
Korban diketahui bernama Affan Kurniawan (21), seorang mitra Gojek asal Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, yang tewas usai terlindas mobil rantis Brimob Polda Metro Jaya.
Di Kota Tasikmalaya, solidaritas datang tidak hanya dari para pengemudi ojek online, tetapi juga dari kalangan mahasiswa.
Setelah menyampaikan orasi di depan Mapolres Tasikmalaya Kota, massa mahasiswa yang mengenakan pakaian serba hitam kemudian bergerak menuju gedung DPRD Kota Tasikmalaya.
Koordinator lapangan aksi, Muhamad Kahar Dwitama, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap aparat kepolisian.
“Sudah jelas korban bukan sekadar terlindas, melainkan sengaja dilindas oleh kendaraan taktis. Kami mempertanyakan, apakah benar dalam aksi tersebut massa membawa granat seperti yang disebutkan aparat ?” ujarnya.
Ia juga menjelaskan alasan massa mendatangi DPRD Kota Tasikmalaya, yakni untuk melanjutkan perjuangan korban yang sebelumnya menyuarakan isu kenaikan gaji DPR RI.
“Tajuk aksi hari ini adalah revolusi. Kami tidak ingin aksi ini dipecah-belah, karena ini merupakan bentuk kekecewaan bersama masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kahar menilai absennya anggota DPRD Kota Tasikmalaya saat massa menyampaikan aspirasi mencerminkan sikap yang sama dengan DPR RI, yang memilih bekerja dari rumah (WFH) setiap kali ada aksi besar.
“Ini bentuk kekecewaan kami. Saat rakyat turun ke jalan menuntut keadilan, wakil rakyat justru tidak hadir,” tegasnya.
Dalam pantauan wartawan, Masa aksi tampak menjebol pagar Gedung DPRD Kota Tasikmalaya dan menerobos masuk ke gedung Paripurna. Didalam gedung masa aksi terlihat meluapkan kekecewaan dengan merusak berbagai fasilitas gedung.
Selain, kursi dan meja yang tampak Berhamburan, beberapa jendela kaca serta pintu kaca gedung paripurna pecah. (***)