Tasikzone.com – Dua siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Tasikmalaya, Eka Rahmawati dan Dila Manik Waringin, membuktikan bahwa semangat belajar dan kreativitas siswa madrasah tak kalah dengan sekolah umum.
Keduanya berhasil meraih Juara 1 Kategori Karya Inovasi MA (The Most Innovative) dalam ajang Madrasah Robotik Competition (MRC) 2025 tingkat nasional yang diselenggarakan Direktorat KSKK Kementerian Agama RI di Bogor, Jumat lalu (1/11/2025).
Prestasi ini diraih berkat karya mereka, TROPHICHILIBOT, robot cerdas yang dirancang untuk membantu petani mengatur suhu dan kelembapan tanah di smart greenhouse.
Inovasi tersebut terinspirasi dari masalah nyata di sekitar mereka fluktuasi harga cabai yang sering tinggi dan berdampak pada makanan favorit masyarakat, seperti seblak.
“Kami ingin membuat solusi agar petani bisa menanam cabai secara efisien tanpa tergantung cuaca. Kalau cabai stabil, harga juga tidak melonjak,” ujar Eka Rahmawati.
Di bawah bimbingan guru pembimbing Fitria Dwi Andini, kedua pelajar ini memanfaatkan pembelajaran sains dan teknologi yang mereka pelajari di madrasah. TROPHICHILIBOT bekerja dengan sistem ganda, Agrobot untuk mendeteksi kondisi lingkungan dan Smart House yang mengatur pendinginan otomatis agar tanaman tetap tumbuh optimal.
Kepala MAN 4 Tasikmalaya, Endang, mengatakan inovasi ini menjadi bukti bahwa madrasah juga dapat berperan besar dalam pengembangan teknologi terapan.
“Kami mulai dari nol, tapi dengan semangat belajar dan bimbingan guru, anak-anak bisa menciptakan karya besar. Ini hasil dari proses pendidikan yang menanamkan logika, kreativitas, dan kepekaan sosial,” kata Endang.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November, kedua pelajar diundang khusus dalam upacara di Kantor Pemkab Tasikmalaya dan menerima uang pembinaan serta beasiswa pendidikan.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyebut Eka dan Dila sebagai contoh nyata pelajar madrasah yang unggul dan inspiratif.
“Potensi anak-anak daerah luar biasa. Tinggal bagaimana kita memberi ruang dan dukungan. Mereka bukan hanya juara lomba, tapi pahlawan muda yang membawa semangat belajar dan berinovasi,” ujar Bupati Cecep.
Apresiasi serupa datang dari PLT Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Asep Bahria, yang menegaskan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi madrasah lain untuk terus berinovasi.
“Ini kebanggaan besar bagi Kemenag. Mereka membuktikan bahwa pendidikan madrasah bisa menghasilkan karya teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kemenangan ini, MAN 4 Tasikmalaya berharap bisa menumbuhkan minat pelajar madrasah pada bidang robotika dan teknologi hijau. TROPHICHILIBOT menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis nilai dan kepedulian sosial mampu melahirkan inovasi yang berdampak dari ruang kelas madrasah hingga ke kehidupan nyata petani. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia