Home / Organisasi / IBI Kota Tasikmalaya Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Kesehatan Ibu dan Anak
IMG_20260328_111106

IBI Kota Tasikmalaya Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Kesehatan Ibu dan Anak

Tasikzone.com — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Halal Bihalal pada Sabtu (28/03/2026) di Aula Hotel Harmoni.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.

Ketua IBI Kota Tasikmalaya, Yati Budiarti, M.Keb., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen antar anggota, tetapi juga sebagai sarana membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap terjalin silaturahmi lintas stakeholder, termasuk dengan Dinas Kesehatan, Disdukcapil, serta BPS Kota Tasikmalaya. Kolaborasi ini sangat penting dalam menunjang pelayanan kesehatan yang optimal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap profesi memiliki kewenangan masing-masing, termasuk bidan yang berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Namun demikian, dalam praktik di lapangan, bidan kerap menghadapi kasus kegawatdaruratan yang menuntut tindakan cepat dan tepat.

“Bidan dituntut mampu melakukan penyelamatan dalam kondisi darurat tanpa mengesampingkan prosedur rujukan. Karena pada dasarnya, pelayanan kebidanan lebih difokuskan pada penanganan kondisi normal,” jelasnya.

Saat ini, jumlah bidan yang tergabung dalam IBI Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 800 orang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai Halal Bihalal ini menjadi sarana mempererat kebersamaan setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.

BACA JUGA   Aniversary Ke 12 Ormas Ark[1]lyz Indonesia, Komitmen Pemuda Menuju Perubahan

“Momentum ini penting untuk memperkuat silaturahmi antarbidan. Selain itu, jumlah 800 bidan yang terdaftar merupakan potensi besar dalam mendukung pembangunan kesehatan, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

“Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan organisasi profesi seperti IBI sangat dibutuhkan. Namun, para bidan juga harus tetap bekerja sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, dr. Asep mengingatkan pentingnya kemampuan bidan dalam mendeteksi secara dini kondisi kegawatdaruratan.

“Kecepatan dalam mengambil keputusan, apakah pasien harus dirujuk atau tidak, sangat menentukan keselamatan ibu dan anak. Jangan sampai terjadi keterlambatan, apalagi fasilitas kesehatan lanjutan di Kota Tasikmalaya sudah cukup memadai, termasuk ketersediaan dokter spesialis anak dan obgyn,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara bidan, pemerintah, dan lintas sektor lainnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak di Kota Tasikmalaya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *