Tasikzone.com – Gelombang aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Tasikmalaya kembali berlanjut. Kali ini, aksi dilakukan oleh Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) bersama Arkilyz untuk mengevaluasi kinerja Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, Senin (9/2/2026).
Massa aksi menilai hampir satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Viman belum menunjukkan perubahan yang signifikan bagi masyarakat. Mereka menyebut berbagai program yang dijalankan lebih bersifat seremonial dan belum menyentuh persoalan mendasar warga.
Ketua Sapma Pemuda Pancasila, Muamar Khadapi, dalam orasinya meminta Wali Kota Tasikmalaya tidak menutup diri terhadap kritik. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini masyarakat belum merasakan dampak nyata dari kebijakan pemerintah kota.
Muamar juga menyoroti ketidakhadiran wali kota dalam menemui massa aksi, meskipun surat pemberitahuan aksi telah disampaikan sebelumnya kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Aksi sempat diwarnai ketegangan akibat aksi saling dorong antara massa dan aparat keamanan. Namun situasi berhasil dikendalikan setelah perwakilan OPD turun langsung menemui massa untuk melakukan dialog.
Sejumlah pejabat yang hadir berasal dari Setda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Kesbangpol, Dinas PUTR, Dinas Perhubungan, hingga BKPSDM. Meski diguyur hujan, dialog antara massa aksi dan perwakilan OPD tetap berlangsung.
Dalam forum tersebut, massa menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan perizinan bangunan, maraknya parkir liar, hingga kualitas pelayanan publik yang dinilai masih bermasalah.
Ketua Arkilyz, Rifki Firdaus, menyatakan dialog yang berlangsung belum menghasilkan solusi konkret. Ia juga mempertanyakan validitas data kemiskinan dan pengangguran yang disampaikan pemerintah, yang menurutnya tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.
Rifki menilai masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi serta kendala dalam mengakses layanan administrasi publik. Selain itu, massa aksi turut menyoroti persoalan BPJS Kesehatan yang dinilai banyak dinonaktifkan, pembangunan tanpa izin, hingga bangunan yang berdiri di sempadan sungai.
Ia menegaskan, apabila tidak ada langkah evaluasi yang nyata dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
Massa aksi menyatakan tetap menghormati kondisi Wali Kota Tasikmalaya yang dikabarkan sedang menjalani perawatan kesehatan. Namun demikian, mereka menegaskan tuntutan evaluasi kinerja pemerintah kota akan terus disuarakan.
Aksi demonstrasi di Balai Kota Tasikmalaya sendiri bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga kelompok profesi, juga telah menggelar aksi serupa, khususnya menjelang satu tahun masa kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota.
Bahkan, kritik masyarakat juga muncul melalui berbagai bentuk ekspresi, termasuk pemasangan spanduk bernada satire di sekitar Balai Kota yang menyoroti gaya kepemimpinan wali kota.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia