Home / Ragam / Forum Internasional Tekankan Ketahanan Keluarga di Tengah Megatren Global
IMG_20251217_165936

Forum Internasional Tekankan Ketahanan Keluarga di Tengah Megatren Global

Tasikzone.com – Ketahanan keluarga menjadi isu krusial di tengah derasnya perubahan sosial global. Hal ini mengemuka dalam International Forum bertajuk “Investing in Family Resilience to Face Contemporary Megatrends” yang diselenggarakan oleh National Coalition for Family Development of Indonesia (KNPK) bersama Indonesia Association for Family Development Movements (GIGA), Sabtu (13/12/2025).

Forum internasional ini menghadirkan tiga keynote speaker lintas negara yang menyoroti tantangan keluarga modern dari perspektif pengasuhan, ekologi keluarga, serta kesehatan mental di era perubahan global.

IMG-20251217-WA0029

Keynote speaker pertama, Assoc. Prof. So Young Lee, Ph.D. dari Montclair State University, Amerika Serikat, mengulas secara mendalam fenomena helicopter parenting yang kian marak dalam keluarga modern.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan orang tua yang berlebihan, meskipun bertujuan melindungi anak, justru dapat melemahkan ketahanan psikologis dan sosial anak dalam jangka panjang. Pola asuh ini berpotensi menghambat pembentukan kemandirian, kemampuan problem solving, serta kesiapan anak menghadapi tekanan dan ketidakpastian hidup.

Menurutnya, ketahanan keluarga perlu dibangun melalui pola pengasuhan yang seimbang yakni mendampingi tanpa mengontrol secara berlebihan agar anak tumbuh sebagai individu yang tangguh dan adaptif.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si., Guru Besar IPB University dan pakar ketahanan keluarga Indonesia, menegaskan pentingnya Family Ecology Approach sebagai kerangka strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah megatren global. Prof. Euis menekankan bahwa keluarga tidak berdiri sendiri, melainkan berada dalam ekosistem sosial yang saling terkait antara individu, keluarga, komunitas, hingga kebijakan negara.

BACA JUGA   Keberadaan Mobil 'Tayo' Mulai Resahkan Angkutan Kota

Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga harus dilakukan secara sistemik dan berkelanjutan. Dalam pernyataan kuncinya, Prof. Euis menegaskan bahwa “family resilience is a must”, karena keluarga merupakan fondasi utama dalam menjaga kesejahteraan sosial dan kualitas sumber daya manusia di tengah disrupsi dan perubahan zaman.

Adapun keynote speaker ketiga, Prof. Dr. Suleyman Derin dari Marmara University, Turkiye, membahas tema “Navigating Global Megatrends: Building Family Resilience and Mental Health in an Era of Change.” Dalam paparannya, Prof. Suleyman menyoroti bagaimana megatren global seperti perubahan sosial, tekanan ekonomi, dan transformasi budaya berdampak langsung pada kesehatan mental keluarga.

Ia menekankan pentingnya membangun ketahanan keluarga yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga psikologis, agar keluarga mampu beradaptasi, menjaga kesejahteraan mental, serta tetap berfungsi secara sehat di tengah era perubahan yang penuh ketidakpastian. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *