Tasikzone.com – Ketua Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) Agus Winarno SH menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang menjadi korban dalam demonstrasi Kamis (28/8/2025) malam.
RABN menyebut almarhum sebagai martir pejuang ekonomi rakyat dan sangat menyayangkan bentrokan yang terjadi.
“Kami berharap unjuk rasa dengan cara kekerasan dapat kita akhiri karena kita sesama anak bangsa,” ujar Agus Winarno.
RABN juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dalam demonstrasi 25-28 Agustus 2025.
Menurutnya, Presiden Prabowo adalah sosok yang berpihak pada rakyat kecil, terbukti dengan kebijakan tunjangan hari raya (THR) untuk pengemudi ojek online.
RABN meyakini bahwa aspirasi pengunjuk rasa sejalan dengan kehendak Presiden Prabowo yang telah berjanji memerangi korupsi dan kaum serakahnomic.
“Komitmen ini telah ditunjukkan dengan Penangkapan koruptor di sektor sumber daya alam, seperti migas, sawit, dan timah. Penyitaan lahan sawit bermasalah seluas 3,1 juta hektar dari kaum serakahnomic. dan Efisiensi anggaran dengan menghentikan tantiem, gaji tidak wajar, dan tunjangan berlebihan bagi direksi/komisaris BUMN dan aparatur negara,”jelasnya. Sabtu (31/08/2025) kepada wartawan.
Selain itu, RABN meyakini bahwa Presiden Prabowo terus mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan perbaikan sistem.
Presiden Parabowo juga dinilai telah mengambil kebijakan strategis untuk mengurangi ketergantungan pada asing, termasuk utang luar negeri, impor, dan mendorong aliran dana nasional ke sektor produktif.
Minta Pejabat Lebih Santun
RABN mendesak seluruh penyelenggara negara, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk menyampaikan pandangan politik secara cermat, tidak provokatif, dan santun. Mereka meyakini bahwa pemerintah saat ini tetap menjamin kebebasan berpendapat dan menyampaikan aspirasi.
“Kami yakin Pemerintahan Prabowo tetap menjamin kemerdekaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat sebagaimana amanat konstitusi UUD 1945,”katanya.
Mereka juga memahami kemarahan massa dan menilai tidak pantas jika pengunjuk rasa ditindak secara represif. Menurut RABN, yang salah bukanlah rakyat atau aparat, melainkan pejabat korup yang memainkan politik dan ekonomi serakahnomic.
“Jangan benturkan aparat lapangan dengan rakyat yang menuntut dan menggunakan hak konstitusionalnya,” tegasnya. (***)