Home / Pendidikan / Dua Mahasiswa Umtas Tasikmalaya Siap Tampil di Forum Teknologi Iklim Internasional di Singapura
IMG_20260314_180129

Dua Mahasiswa Umtas Tasikmalaya Siap Tampil di Forum Teknologi Iklim Internasional di Singapura

Tasikzone.com – Dua mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) akan mewakili Indonesia dalam forum internasional Youth Development for Climate Tech (YDCT) yang akan digelar pada 25–29 Maret 2026 di Singapura. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi bagi talenta muda dari Singapura, Indonesia, dan India untuk merancang solusi teknologi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Program YDCT yang diselenggarakan oleh PT Sustainable Living Lab tersebut bertujuan mendorong peran generasi muda sebagai penggerak inovasi teknologi iklim. Para peserta ditantang memanfaatkan teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) guna mengembangkan prototipe inovasi yang aplikatif sekaligus berkelanjutan.

Salah satu delegasi yang menarik perhatian adalah Ipan Aulia Rahman, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Umtas. Ia memperkenalkan inovasi bertajuk Powering Solar with Intelligence.

Melalui inovasi tersebut, Ipan merancang sistem panel surya berbasis IoT yang mampu memantau intensitas cahaya matahari, suhu, hingga produksi energi listrik secara real-time melalui platform digital. Sistem ini memungkinkan deteksi gangguan lebih cepat sekaligus membantu optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan secara lebih efisien.

BACA JUGA   Tantangan Dunia Pendidikan Di Tahun 2022

Inovasi lainnya datang dari tim Thermal Optimizers yang diwakili oleh Mustafa Bilal, mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi Umtas. Bersama timnya, Mustafa mengembangkan *CoolRide*, sebuah sistem navigasi cerdas yang dirancang untuk membantu pejalan kaki dan pesepeda di wilayah beriklim tropis.

Berbeda dari aplikasi peta pada umumnya, CoolRide memanfaatkan algoritma Multi-factor Dijkstra dengan mengintegrasikan data ratusan ribu pohon serta informasi cuaca terkini. Dengan pendekatan tersebut, aplikasi ini dapat merekomendasikan rute paling teduh guna mengurangi paparan panas ekstrem di kawasan perkotaan.

Selain itu, inovasi ini juga mengintegrasikan teknologi AI berbasis Llama 3.1, yang menunjukkan potensi generasi muda Indonesia dalam menciptakan solusi teknologi untuk mitigasi kesehatan sekaligus mendukung mobilitas ramah lingkungan.

Melalui partisipasi dalam forum YDCT, para inovator muda diharapkan dapat terus berperan sebagai motor penggerak dalam menghadapi krisis iklim. Kolaborasi lintas negara serta pemanfaatan teknologi tepat guna diyakini mampu melahirkan berbagai solusi kreatif yang memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan.

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *