Home / Sosial & Budaya / Doa Lansia Terjawab, Opshid Bangun Rumah Syukur di Tawang Banteng
IMG_20251221_151013

Doa Lansia Terjawab, Opshid Bangun Rumah Syukur di Tawang Banteng

Tasikzone.com – Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (DPD Opshid) Front Ketuhanan Yang Maha Esa kembali merealisasikan programnya dengan membangun Rumah Syukur yang bertepatan dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kegiatan pembangunan Rumah Syukur kali ini dilaksanakan di wilayah Warung Jajar, Kecamatan Tawang Banteng, Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua DPD Opshid Tasikmalaya, Aris, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pihaknya membangun dua unit Rumah Syukur, masing-masing di wilayah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Tahun ini kami membangun dua unit. Satu di wilayah Kota Tasikmalaya, dan hari ini kami laksanakan pembangunan di Warung Jajar, Tawang Banteng,”ujar Aris kepada wartawan, minggu (21/12/2025)

Ia menjelaskan, pembangunan diawali dengan meratakan bangunan lama dan membangun pondasi baru agar rumah lebih layak dan aman untuk dihuni. Secara nasional, program Rumah Syukur telah membangun sebanyak 97 unit rumah di berbagai daerah di Indonesia.

“Di setiap kota atau kabupaten yang terdapat Pemuda Shiddiqiyyah, kami berupaya membangun Rumah Syukur. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus penutup rangkaian kegiatan tahun ini,” jelasnya.

Aris menegaskan, pembangunan Rumah Syukur sepenuhnya bersifat partisipatif dari anggota Pemuda Shiddiqiyyah tanpa melalui penyebaran proposal bantuan. Meski demikian, dukungan dari berbagai pihak kerap hadir secara sukarela.

“Kami tidak pernah menyebarkan proposal. Namun, partisipasi selalu ada di setiap daerah. Seperti pembangunan di Kota Tasikmalaya sebelumnya, kami juga mendapat dukungan dari Bapak Kapolres,” ungkapnya.

Untuk satu unit Rumah Syukur, anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp100 juta. Khusus di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Opshid telah membangun total lima unit Rumah Syukur.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Perwakilan pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada Pemuda Shiddiqiyyah atas kontribusinya membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengucapkan terima kasih kepada Pemuda Shiddiqiyyah, karena keterbatasan pemerintah membuat tidak semua masyarakat bisa terjangkau,”kata Camat Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Mamat.

BACA JUGA   Cerita Pedagang Peminjam 'Bank Emok', Kredit Jangka Waktu 1 Tahun Dan Sering Menimbulkan Cekcok
Foto bersama usai peresmian Rumah Syukur, di Kampung Warujajar Desa Tawang Banteng Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya, minggu (21/12/2025)
Foto bersama usai peresmian Rumah Syukur, di Kampung Warujajar Desa Tawang Banteng Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya, minggu (21/12/2025)

Sementara itu, dibalik Rumah Syukur tersebut, tersimpan kisah haru Komariah (78), pemilik rumah yang kini rumahnya sudah permanen dan tidak hawatir bila hujan tiba.

Perempuan lansia itu tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan harapannya setelah puluhan tahun tinggal di rumah yang nyaris roboh.

Komariah bercerita, rumah yang ia tempati dibangun sejak tahun 1983. Seiring usia bangunan yang menua, kondisi rumah semakin memprihatinkan.

Atap kerap bocor, dinding rapuh, dan setiap musim hujan air selalu masuk hingga menyebabkan banjir kecil di dalam rumah.

“Sudah lama rumah ini rusak, hampir runtuh. Bocor terus, kalau hujan air masuk semua. Sedih pisan,” tutur Komariah dengan suara bergetar.

Dengan keterbatasan ekonomi, Komariah mengaku tak pernah mampu memperbaiki rumahnya sendiri. Selama ini, ia hanya bisa bertahan dengan bantuan seadanya, terkadang memperbaiki bagian rumah menggunakan penyangga bambu agar tidak roboh.

“Kebutuhan sehari-hari juga sering dibantu tetangga atau saudara. Saya cuma bisa pasrah dan berdoa,” ujarnya.

Doa itu rupanya terjawab. Tanpa pernah mengajukan permohonan bantuan, suatu hari tim dari DPD Opshid datang melakukan survei ke rumahnya. Momen itu menjadi titik balik yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Tiba-tiba ada yang datang ke rumah, lihat-lihat kondisi, katanya mau bantu. Saya benar-benar tidak menyangka,” ucapnya sambil menahan haru.

Kini, rumah yang dulu rapuh itu dibangun kembali dengan pondasi yang lebih kuat. Bagi Komariah, Rumah Syukur bukan sekadar bangunan, melainkan harapan baru untuk menjalani hari tua dengan rasa aman dan tenang.

“Saya bersyukur sekali. Terima kasih sudah peduli. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah,” pungkasnya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *