Home / Ragam / Di Pamarican, Dedi Mulyadi Pastikan Seluruh KK Terdampak Banjir Dibantu
IMG_20260226_104227

Di Pamarican, Dedi Mulyadi Pastikan Seluruh KK Terdampak Banjir Dibantu

Tasikzone.com – Suasana haru mewarnai Aula Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (25/2/2026) sore, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan langsung bantuan kepada warga terdampak banjir.

Sebanyak 170 kepala keluarga (KK) dari Desa Bangunsari dan Sukahurip menerima bantuan tunai sebesar Rp5 juta per KK. Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening Bank BJB milik penerima tanpa potongan biaya apa pun.

Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi tiba sekitar pukul 15.30 WIB dan disambut ribuan warga yang memadati kantor desa hingga ruas jalan di sekitarnya. Usai menyapa masyarakat, ia memasuki aula desa untuk bertemu para korban banjir. Turut mendampingi, Sekretaris Daerah Ciamis Andang Firman Triyadi beserta jajaran kepala dinas dan pejabat terkait.

Di dalam aula, suasana emosional tak terhindarkan. Sejumlah warga, terutama ibu-ibu, tampak menitikkan air mata, termasuk mereka yang belum masuk daftar penerima tahap pertama.

Dedi menjelaskan, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya sebelumnya mengajukan bantuan untuk 250 KK terdampak. Setelah proses verifikasi, 170 KK dinyatakan memenuhi kriteria, sementara 80 KK lainnya belum lolos.

Meski demikian, ia memastikan seluruh warga yang diusulkan tetap akan mendapatkan bantuan. “Baik yang memenuhi syarat maupun yang belum, tetap harus dibantu,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.

BACA JUGA   LSM PADI Soroti Kemiskinan di Tasikmalaya : Data 8 Ribu Jiwa Miskin Belum Ditangani Serius

Menurutnya, 80 KK yang belum menerima bantuan akan segera diproses dan ditargetkan rampung dalam dua hari. Jika tidak ada kendala, bantuan susulan akan disalurkan pada Jumat mendatang sehingga total 250 KK sesuai pengajuan bupati dapat terpenuhi.

Dedi juga menegaskan tidak boleh ada potongan dalam pencairan dana. Ia meminta masyarakat melapor apabila menemukan praktik pungutan liar. “Rp5 juta harus diterima utuh. Tidak boleh ada alasan biaya administrasi,” tegasnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, memastikan proses verifikasi tambahan untuk 80 KK segera diselesaikan sesuai arahan gubernur. Nominal bantuan tetap sama, yakni Rp5 juta per KK.

Di tengah sisa lumpur dan kerusakan akibat banjir, kepastian bantuan tersebut menjadi penguat harapan bagi warga Pamarican bahwa pemerintah hadir di saat mereka membutuhkan.

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *