Home / Sosial & Budaya / Buta dan Lansia : Ibu dan Anak Lansia di Kota Tasikmalaya Menunggu Kepedulian
IMG_20260129_075218

Buta dan Lansia : Ibu dan Anak Lansia di Kota Tasikmalaya Menunggu Kepedulian

Tasikzone.com – Potret kemiskinan kembali menyentak nurani di Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Di sudut permukiman sederhana, dua lansia ibu dan anak menjalani hari-hari dalam keterbatasan yang nyaris luput dari perhatian negara.

Hamsiah (80) dan anak perempuannya, Hamdanah (65), bertahan hidup dengan mengandalkan uluran tangan para tetangga, sekadar untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Hamdanah yang mengalami kebutaan, tetap berusaha menjalani hidup dengan segala keterbatasannya. Setiap hari ia membantu membersihkan masjid yang berada tak jauh dari rumahnya.

Bukan upah yang ia harapkan, melainkan sekadar rasa berguna dan harapan akan datangnya kebaikan. Di usia senja dan kondisi fisik yang lemah, aktivitas itu menjadi satu-satunya cara Hamdanah menjaga martabat hidupnya.

Ironisnya, bantuan sosial dari pemerintah hanya diterima oleh sang ibu. Hamdanah tak tercatat sebagai penerima bantuan karena masih tergabung dalam satu Kartu Keluarga.

Alasan administratif itu seakan menutup mata terhadap fakta lapangan, dua lansia dengan kondisi rentan dan kebutuhan hidup yang berbeda, namun diperlakukan seolah satu beban sosial yang sama.

Situasi ini menegaskan lemahnya validasi data dan minimnya kepekaan pemerintah terhadap realitas kemiskinan ekstrem.

BACA JUGA   Yayasan PNS Luncurkan Program "Save Jompo," Bantu Lansia Terlantar di Tasikmalaya

Di tengah keterbatasan itu, secercah kebahagiaan datang saat relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera mengetuk pintu rumah mereka.

Bantuan yang diberikan memang tak banyak hanya satu karung beras dan sejumlah uang tunai, namun sangat berarti bagi Hamsiah dan Hamdanah untuk menyambung hidup ke depan. Air mata haru pun tak terbendung, karena di saat negara belum hadir, masih ada sesama yang peduli.

Perwakilan yayasan, Yanuar M Rifqi, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program Save Jompo yang rutin disalurkan setiap hari Sabtu dan Minggu.

Program ini sepenuhnya mengandalkan donasi para agnia atau dermawan, tanpa sokongan anggaran besar.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban hidup para lansia,” ujarnya.

Kembali, publik dihadapkan pada ironi pemerintah dengan anggaran miliaran rupiah justru didahului oleh yayasan sosial yang bergerak dari empati dan kepedulian.

Kisah dua lansia di Karikil ini menjadi cermin telanjang bahwa kemiskinan bukan sekadar soal data, melainkan tentang keberpihakan. Negara semestinya hadir lebih dulu, bukan sekadar datang setelah warga sipil menambal luka sosial yang terus dibiarkan menganga. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *