Tasikzone.com — Para aktivis yang tergabung dalam Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan Tasikmalaya bertekad akan terus menginap di tenda aksi hingga Wali Kota Tasikmalaya mengambil sikap tegas terkait dugaan penyerobotan lahan eks saluran irigasi di lokasi pembangunan lapangan padel di Jalan Ir. H. Juanda.
Tenda berdiri. Spanduk dibentangkan. Malam-malam panjang disiapkan. Bagi mereka, ini bukan sekadar aksi simbolik, melainkan sikap moral yang tak akan dicabut sebelum ada kejelasan dari pemerintah daerah.
Perwakilan komunitas, Ajengan Habibudin, yang juga dikenal sebagai Eksponen 96, menegaskan komitmen tersebut. Ia menyebut, tenda yang didirikan menjadi penanda bahwa warga tidak akan tinggal diam terhadap apa yang mereka yakini sebagai pelanggaran atas aset negara.
“Kami akan terus menginap dan menjaga tenda ini sampai Wali Kota Tasikmalaya bersikap. Ini soal kebenaran dan keadilan. Fiat justitia ruat caelum tegakkan keadilan meski langit runtuh,” ujarnya. Selasa malam (24/02/2026)
Menurutnya, dugaan penyerobotan lahan negara berupa eks saluran irigasi dalam proyek pembangunan lapangan padel milik seorang pengusaha setempat tidak bisa dianggap persoalan biasa. Ia menilai, jika benar terjadi pelanggaran, maka itu merupakan bentuk kemungkaran yang harus dilawan secara terbuka.
Momentum Ramadan, kata dia, justru mempertegas alasan mereka bertahan. bahkan akan menggelar sahur on the road setiap malam di sekitar tenda aksi sebagai simbol konsistensi gerakan.
“Ramadan adalah momentum amar ma’ruf nahi munkar. Kami tidak punya alasan untuk berdiam diri melihat sesuatu yang kami yakini sebagai kemungkaran,” kata Ajengan Habibudin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait tuntutan para aktivis tersebut. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia