Tasikzone.com – Peresmian Sekretariat Imah Ngarumat Lembur menjadi penanda komitmen warga dalam memperkuat keamanan dan pemberdayaan masyarakat. Program yang digagas sejak enam bulan lalu ini lahir dari keprihatinan atas kondisi lingkungan yang sempat dinyatakan darurat keamanan.
Camat Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Drs. Boedi Santosa, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berawal dari keresahan warga terhadap maraknya penyalahgunaan tempat kos yang dijadikan lokasi penyimpanan minuman keras, praktik prostitusi, hingga peredaran narkoba. Jumat (13/02/2026)
“Prosesnya cukup panjang, kurang lebih enam bulan. Kami bersama masyarakat berkomitmen untuk memberantas berbagai penyakit masyarakat yang sempat meresahkan. Alhamdulillah, dengan kebersamaan dan kepedulian warga, kondisi saat ini relatif lebih terkendali,” ujar Boedi.
Ia menambahkan, kehadiran sekretariat ini bukan hanya difungsikan sebagai pusat koordinasi keamanan lingkungan, tetapi juga sebagai ruang aktivitas sosial kemasyarakatan. Di dalamnya terdapat program pemulasaraan jenazah sebagai bagian dari dukungan terhadap visi Tasik Religius.
“Sekretariat ini akan menjadi balai warga, tempat diskusi, sekaligus pusat piket pengamanan lingkungan. Ini bentuk nyata gotong royong masyarakat,” katanya.
Boedi menegaskan, seluruh kegiatan berjalan tanpa dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program ini murni berasal dari swadaya masyarakat dan partisipasi para donatur.
“Tidak ada anggaran dari APBD. Semua dari swadaya warga dan para donatur, termasuk keberadaan sekretariat ini,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Dr. Uus Supangat, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan Imah Ngarubat Lembur mengintegrasikan berbagai sektor dalam satu gerakan terpadu.
“Dalam satu kegiatan ini, banyak aspek yang diintervensi sekaligus, mulai dari kesehatan, lingkungan, ekonomi, hukum, keagamaan hingga pendidikan. Ini model pemberdayaan yang komprehensif,” ungkap Uus.
Ia berharap program tersebut terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain. Terlebih, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan ayam petelur kepada warga sebagai upaya penguatan ekonomi keluarga.
“Bantuan ayam petelur ini bukan hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi bersinergi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Merah Putih. Jika dikelola dengan baik, ini bisa mendukung program pemerintah pusat, provinsi maupun daerah,” jelasnya.
Dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan, Imah Ngarubat Lembur diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis lingkungan yang dapat diterapkan di kecamatan lainnya. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia