Tasikzone.com – Sebuah spanduk bernada satire yang berisi desakan agar Wali Kota Tasikmalaya mundur secara terhormat terbentang di depan Balai Kota Tasikmalaya, Sabtu (14/02/2026).
Dalam spanduk tersebut tertulis, “Wali Kota jangan bikin bingung bawahan. Jika tidak mampu, sebaiknya mundur dengan terhormat sebelum diturunkan.”
Tak hanya itu, spanduk lain juga memuat pesan, “Pancasila dan UUD 1945 penyelamat alam dan keadilan untuk negara, bukan untuk para mafia.”
Aksi tersebut merupakan bentuk sindiran keras terhadap sikap Wali Kota Tasikmalaya yang dinilai terkesan diam dalam polemik dugaan hilangnya batas wilayah akibat pembangunan lapang padel dan gudang di kawasan Panjunan, tepatnya di depan RS Hermina Jalan Ir. H. Djuanda.
Perwakilan Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan, Iwan Restiawan, mengatakan pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat.
“Kami menilai Wali Kota terkesan diam dan tidak menunjukkan sikap tegas terhadap persoalan ini. Padahal ini menyangkut batas wilayah dan dugaan hilangnya saluran irigasi yang menjadi kepentingan publik,” ujar Iwan kepada wartawan usai memasang spanduk.
Sementara itu, Agus Ridwan menambahkan hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dari kepala daerah dalam merespons kritik dan aspirasi masyarakat.
“Kami tidak ingin ada pembiaran. Kalau memang ada pelanggaran, harus ditindak. Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah tutup mata dan tutup telinga,” tegasnya Ketua Gibas Kota Tasikmalaya ini
Menurut agus, aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial agar pemerintah daerah lebih responsif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia