Tasikzone.com – Riak kemarahan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra terhadap pola komunikasi di internal Balai Kota memantik respons dari parlemen. Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Tasikmalaya, Asep Endang Syam, mengaku tak terkejut. Ia menyebut persoalan komunikasi di lingkaran eksekutif sebenarnya sudah terlihat sejak awal masa jabatan.
“Dari awal saya sudah melihat indikasi itu. Sejak beliau menjabat, beberapa kegiatan penyelenggaraan pemerintahan terkesan satu arah,” ujar Asep. Kepada tasikzone.com, jumat (13/02/2025)
Menurutnya, dalam sistem demokrasi modern, kebijakan tak bisa berjalan secara sepihak tanpa melibatkan partisipasi publik. Ia menilai komunikasi bukan sekadar soal undangan acara atau jadwal kehadiran, melainkan fondasi tata kelola pemerintahan.
“Dalam teori demokrasi hari ini, tidak bisa sebuah kebijakan satu arah tanpa melibatkan partisipasi publik secara aktif,” katanya.
Asep menegaskan, komunikasi menjadi kunci agar kebijakan wali kota benar-benar sampai ke tingkat bawah kelurahan hingga RT/RW. Tanpa sistem komunikasi yang sehat, ia memprediksi akan muncul kekacauan.
“Kalau ruang komunikasi ini tidak dibangun dengan baik, pasti terjadi kekacauan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar persoalan tidak serta-merta dilimpahkan kepada lingkaran ajudan atau sekretaris pribadi. Menurut Asep, gaya kepemimpinan tercermin dari pola komunikasi yang dibangun pemimpinnya sendiri.
“Lingkaran ajudan atau sekpri tidak bisa dijadikan kambing hitam. Gaya kepemimpinan itu terlihat dari cara komunikasi, gestur, bahasa tubuh. Terlihat mana kepemimpinan yang inklusif, mana yang eksklusif. Mana yang top down, mana yang partisipatif,” katanya.
Asep berharap ada evaluasi menyeluruh, baik secara personal maupun dalam lingkaran kepemimpinan di Balai Kota. Ia menekankan perbaikan harus dilakukan secara regulatif dan normatif agar pemerintahan berjalan efektif.
Ia mengibaratkan komunikasi seperti air. “Komunikasi itu seperti air. Tidak bisa dibendung, tidak bisa dimanipulasi. Tapi harus punya kanal yang tepat agar mengalir dengan baik dan sampai ke tempatnya,” ujarnya.
Pernyataan Asep ini disampaikan menyusul kemarahan Wakil Wali Kota Tasikmalaya terhadap ajudan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan yang disebut menjadi sumber miskomunikasi di internal Balai Kota. Polemik ini sekaligus membuka kembali pertanyaan lama seberapa solid komunikasi di pucuk pimpinan Pemerintah Kota Tasikmalaya. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia