Home / Peristiwa / Dugaan Penculikan Bayi di Singaparna, Polisi Bentuk Tim Khusus
IMG_20260207_053103

Dugaan Penculikan Bayi di Singaparna, Polisi Bentuk Tim Khusus

Tasikzone.com – Seorang bayi laki-laki berusia dua bulan diduga dibawa kabur orang tak dikenal di sekitar kawasan Masjid Agung Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Senin siang. Kejadian tersebut menggemparkan keluarga korban dan warga yang berada di lokasi.

Ibu kandung bayi, WR (41), warga Kecamatan Leuwisari, mengungkapkan peristiwa itu bermula saat dirinya bertemu dengan seorang perempuan yang sebelumnya dikenalnya melalui media sosial. Pertemuan tersebut telah disepakati sebelumnya dan berlangsung di area masjid.

WR mengaku tidak menaruh kecurigaan karena terduga pelaku telah beberapa kali datang menemuinya. Namun situasi berubah saat pertemuan berlangsung. Terduga pelaku tiba-tiba meminta agar bayi tersebut diletakkan, lalu langsung menggendongnya dan berupaya pergi.

Upaya WR untuk mempertahankan bayinya tidak membuahkan hasil. Ia mengaku mendapat ancaman dari terduga pelaku yang menyebut akan melukai bayi tersebut jika korban berteriak atau meminta pertolongan.

Karena khawatir ancaman itu direalisasikan, WR akhirnya melepas bayinya. Terduga pelaku kemudian membawa bayi tersebut menuju sebuah bus umum yang melintas di sekitar lokasi, diduga mengarah ke jalur Salawu–Garut.

BACA JUGA   Geng Motor Kembali Berulah, MADRASAH DTA AL-BAROKAH Jalan Cieunteung Dilempari Batu

WR sempat berniat mengejar, namun mengurungkan niatnya lantaran takut keselamatan sang bayi terancam. Usai kejadian, korban bersama pihak keluarga berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun tidak menemukan keberadaan bayi tersebut.

Keluarga korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tasikmalaya untuk penanganan lebih lanjut.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, IPDA Agus Yusup Suryana, membenarkan adanya laporan dugaan penculikan bayi di wilayah Singaparna.

“Kami telah menerima laporan dugaan penculikan bayi berusia dua bulan. Pelapor merupakan ibu kandung korban yang berasal dari Kecamatan Leuwisari,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan, termasuk mengidentifikasi dan mengejar terduga pelaku.

“Saat ini proses pendalaman sedang berjalan. Kami memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” katanya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *