Home / Sosial & Budaya / Save Jompo Menjadi Setitik Cahaya di Usia Senja Emak Jariah
IMG_20260202_081603

Save Jompo Menjadi Setitik Cahaya di Usia Senja Emak Jariah

Tasikzone.com – Yayasan Padi Nusantara Sejahtera (PNS) terus menebar kebaikan di tengah masyarakat. Tak hanya konsisten memberikan santunan kepada anak yatim, yayasan yang digerakkan para aktivis sosial ini juga aktif mendampingi para lanjut usia melalui program Save Jompo.

Pada Minggu (01/02/2026), langkah kecil penuh makna itu berhenti di sebuah rumah sederhana di Kampung Sudimara, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi. Di sanalah Emak Jariah (80) menghabiskan hari-harinya dalam gelap dan keterbatasan.

Emak Jariah telah bertahun-tahun mengalami kebutaan dan kelumpuhan. Tubuh renta itu kini sepenuhnya bergantung pada uluran tangan orang lain.

Ia tinggal bersama anaknya yang juga hidup dalam keterbatasan ekonomi. Bantuan sosial dari pemerintah memang diterima, namun bagi Emak Jariah, itu belum cukup menjamin kehidupan yang layak di usia senja.

Yayasan PNS hadir membawa santunan berupa beras dan uang tunai. Bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga kunjungan yang menghadirkan rasa dihargai bahwa Emak Jariah tidak sendiri.

BACA JUGA   Ahmad Junaedi Sakan Bantu Masyarakat RW 13 Cilembang

Pembina Yayasan PNS, Iwan Restiawan, menyebut Program Save Jompo merupakan wujud kepedulian terhadap para lansia yang kerap luput dari perhatian. Menurutnya, banyak jompo yang secara administratif tercatat sebagai penerima bantuan, namun secara nyata masih hidup dalam kekurangan dan kesepian.

Sementara itu, relawan Yanuar M. Rifqi tak bisa menyembunyikan keprihatinannya saat melihat langsung kondisi Emak Jariah. Ia menilai, persoalan lansia bukan hanya soal makan, tetapi juga soal kesehatan dan pendampingan yang berkelanjutan.

“Pemerintah seharusnya lebih aktif turun langsung ke lapangan, mengunjungi masyarakat, memastikan para jompo tidak hanya tercukupi makannya, tapi juga terpantau kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Kondisi Emak Jariah menjadi potret nyata bahwa kemiskinan dan keterbatasan di usia lanjut kerap terjadi bukan semata karena usia, melainkan karena kurangnya perhatian yang berkelanjutan. Di tengah sunyi dan gelap yang ia jalani, kehadiran relawan menjadi secercah cahaya kecil, namun bermakna besar. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *