Home / Ragam / Puluhan Warga Sambongjaya Terserap di Dapur SPPG Cinta Abadi
IMG_20260128_192916

Puluhan Warga Sambongjaya Terserap di Dapur SPPG Cinta Abadi

Tasikzone.com – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Abadi resmi diluncurkan di wilayah Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan nasional pemenuhan gizi yang diinisiasi pemerintah pusat.

Pemilik Yayasan Cinta Abadi, H. Yusmara, mengatakan bahwa pendirian dapur SPPG di Sambongjaya berangkat dari pengalamannya mengelola dapur serupa di Bandung sejak Februari 2025. Ia mengaku awalnya masih diliputi keraguan, terutama terkait mekanisme pendanaan program.

“Awalnya saya ragu, terutama soal pembayaran karena sistemnya menggunakan dana talang. Namun setelah Januari pembayaran mulai berjalan, saya mantap. Februari mulai operasional dan baru stabil sekitar Juli,” ujar Yusmara, saat ditemui di lokasi peluncuran.

Menurutnya, saat ini sistem pendanaan sudah jauh lebih tertata. Dana operasional diberikan di awal, sehingga pengelola dapur tidak lagi harus mengeluarkan modal pribadi seperti pada tahap awal pelaksanaan.

Yusmara menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam program SPPG dilandasi niat sosial dan kemanusiaan. Ia menyamakan pelayanan makanan bagi anak-anak dengan memberi makan anak sendiri, sehingga kualitas dan kelayakan menjadi prinsip utama.

“Prinsip saya sederhana, memberi makan anak-anak itu seperti memberi makan anak kita sendiri. Layak atau tidaknya harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Ia memilih Sambongjaya sebagai lokasi dapur SPPG karena berada di lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Yusmara berharap keberadaan dapur tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka lapangan pekerjaan.

BACA JUGA   Pembangunan Lapang Padel Disebut Dihentikan, aktivis Pertanyakan Transparansi Penindakan

Dalam tahap awal, dapur SPPG Cinta Abadi melayani sekitar 1.000 penerima manfaat. Jumlah tersebut direncanakan bertahap meningkat hingga 1.500, bahkan ditargetkan mencapai 2.000 penerima manfaat, menyesuaikan dengan petunjuk teknis terbaru dan evaluasi pelaksanaan di lapangan.

“Saya ingin jumlah penerima terus bertambah. Kasihan kalau sudah direkrut tapi tidak terlayani,” ujarnya.

Dari sisi tenaga kerja, Yusmara menyebutkan bahwa sekitar 95 persen pekerja berasal dari warga Kelurahan Sambongjaya. Dari total 35 pekerja, hanya dua orang yang berasal dari luar wilayah tersebut.

Saat ini, dapur SPPG Cinta Abadi masih melayani kategori B3 dengan kapasitas sekitar 1.300 porsi. Ke depan, peningkatan kategori dan kapasitas akan dilakukan secara bertahap sesuai arahan koordinator kecamatan.

Terkait kendala, Yusmara mengaku sejauh ini belum menemui hambatan berarti. Meski demikian, ia mengakui persoalan bahan baku tetap menjadi tantangan tersendiri, terutama ketersediaan susu yang terkadang sulit diperoleh.

Secara fasilitas, dapur SPPG Cinta Abadi dinilai telah melampaui standar minimal. Jika ketentuan luas dapur minimal 250 meter persegi, dapur ini memiliki luas bangunan hampir 985 meter persegi di lantai dasar, belum termasuk pengembangan bangunan ke lantai atas. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *