Home / Ragam / Konten Influencer Libatkan Pelajar Perempuan, KPAD Kota Tasikmalaya Buka Posko Pengaduan
IMG_20260123_201921

Konten Influencer Libatkan Pelajar Perempuan, KPAD Kota Tasikmalaya Buka Posko Pengaduan

Tasikzone.com – Jagat media sosial tengah diramaikan oleh beredarnya konten seorang influencer asal Tasikmalaya yang menampilkan interaksi dengan pelajar perempuan. Konten tersebut menuai sorotan publik dan memicu kekhawatiran akan potensi pelanggaran terhadap perlindungan anak di ruang digital.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut. Hingga kini, KPAD belum dapat memastikan jumlah korban yang terlibat, lantaran sebagian pelajar yang menyuarakan pengalaman mereka di media sosial masih menyamarkan identitas asli.

“Kami masih melakukan analisis terhadap konten yang beredar. Namun yang paling berbahaya justru bukan hanya kontennya, melainkan kemungkinan adanya praktik lain di luar itu. Dari temuan awal, terdapat indikasi modus tertentu, bahkan perlakuan yang menyimpang terhadap korban,” kata Ajat.

Ajat menegaskan, dalih bahwa konten tersebut hanya bersifat hiburan atau sekadar settingan tidak bisa dijadikan alasan pembenar. Ia menilai, dalih semacam itu justru berpotensi menutupi bahaya yang lebih serius, terutama jika melibatkan anak di bawah umur.

“Apa memang tidak ada ide konten lain yang lebih edukatif dan aman? Tidak harus seperti itu. Dibungkus hiburan sekalipun, bagi kami itu tetap tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ajat menjelaskan bahwa generasi Z yang kini mendominasi ruang digital merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap manipulasi, terutama dari orang dewasa atau pihak asing yang baru dikenal. Minimnya kewaspadaan dan tingginya intensitas interaksi di media sosial membuat pelajar, khususnya perempuan, berisiko menjadi sasaran.

Atas dasar itu, KPAD mengimbau para pelajar dan orang tua agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya. Ia mengingatkan agar tidak mudah menerima ajakan, terlebih dari pihak yang tidak memiliki hubungan personal yang jelas.

BACA JUGA   Akan Beli Bibit Ikan, Dua Warga Di Sukarame Tewas Tertimpa Saung Roboh

Selain itu, Ajat juga meminta masyarakat dan warganet untuk tidak terus-menerus menyudutkan korban. Menurutnya, menyalahkan korban justru akan memperparah kondisi psikologis anak yang sudah berada dalam tekanan.

“Ini persoalan serius dan harus menjadi perhatian bersama. Kami minta publik tidak menyalahkan korban. Mereka justru mengalami beban mental yang sangat berat akibat konten tersebut,” ujarnya.

Ajat menilai, peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi Tasikmalaya yang selama ini dikenal sebagai Kota Santri. Ia menegaskan, KPAD akan berupaya maksimal memberikan pendampingan kepada para korban yang diduga terjebak dalam praktik child grooming.

KPAD juga mendorong para korban agar berani melapor kepada aparat penegak hukum (APH) demi mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.

“Kami berdiri bersama korban. Pendampingan tidak hanya dalam proses hukum, tetapi juga dukungan psikologis agar anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan,” katanya.

Menurut Ajat, pemulihan kondisi mental korban menjadi prioritas utama. Anak-anak harus kembali merasa aman, nyaman, dan percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Ia berharap, kasus ini menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya literasi dan pengawasan digital bagi anak dan remaja. Perlindungan anak di ruang digital, kata dia, merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.

Sebagai langkah konkret, KPAD Kota Tasikmalaya telah membuka posko pengaduan khusus terkait dugaan child grooming. Masyarakat dapat menyampaikan laporan secara langsung ke kantor KPAD atau melalui nomor +62 881-0253-00401. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *