Home / Organisasi / Gerakan Mahasiswa Jabar Babak Baru, Dede Firmansyah Jadi Korda BEM Nusantara
IMG_20260118_190646

Gerakan Mahasiswa Jabar Babak Baru, Dede Firmansyah Jadi Korda BEM Nusantara

Tasikzone.com – Dinamika gerakan mahasiswa di Jawa Barat memasuki fase baru. Dede Firmansyah, Presiden Mahasiswa Universitas Mayasari Bakti (UMB), resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Daerah (Korda) BEM Nusantara Jawa Barat. Penetapan tersebut berlangsung secara aklamasi dalam forum konsolidasi yang menghimpun para pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jawa Barat.

Sebanyak 16 perguruan tinggi yang tergabung dalam aliansi BEM Nusantara Jawa Barat sepakat memberikan mandat kepemimpinan kepada Dede. Keputusan kolektif ini merefleksikan kesamaan pandangan serta tekad bersama untuk memperkuat barisan gerakan mahasiswa dalam satu garis komando yang lebih terarah.

Terpilihnya Dede menjadi catatan tersendiri, mengingat Universitas Mayasari Bakti merupakan perguruan tinggi yang relatif muda dengan usia tiga tahun. Namun, hal tersebut justru menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan tidak ditentukan oleh usia institusi, melainkan oleh kapasitas, integritas, dan keberanian mengambil tanggung jawab.

Dalam pidato perdananya, Dede mengajak seluruh kampus baik yang telah mapan maupun yang masih bertumbuh untuk menghapus sekat psikologis dan rasa inferioritas.

“BEM Nusantara adalah rumah bersama. Kepercayaan ini membuktikan bahwa setiap kampus memiliki posisi dan hak yang setara untuk memimpin. Jangan pernah merasa kecil. Mari kita bangun dan besarkan wadah ini secara kolektif,” ujarnya dengan penuh penegasan.

BACA JUGA   Jadi Kandidat Presidium KAHMI, Ajat Hadir Sebagai Problem Solver

Dede kemudian mengibaratkan BEM Nusantara Jawa Barat sebagai sebuah perahu yang akan berlayar di tengah samudra luas. Ia menyadari bahwa gelombang tantangan—baik sosial, politik, maupun kebangsaan—akan terus menghadang. Namun, menurutnya, semua itu hanya dapat dihadapi dengan soliditas dan kerja bersama.

Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak bergantung pada kekuatan satu figur, melainkan pada loyalitas dan peran aktif seluruh elemen di dalamnya.

“Sehebat apa pun nahkoda, ia tidak akan mampu mengarungi samudra tanpa kru yang kuat. Kita adalah satu tim, saling menopang dan saling menjaga arah,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Dede menyampaikan pesan reflektif kepada 16 Presiden Mahasiswa yang hadir. Ia berharap kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada momentum pemilihan semata, melainkan terus terawat hingga akhir masa kepengurusan.

Ia menegaskan pentingnya rasa saling memiliki agar kehadiran BEM Nusantara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh kampus anggota.

“Saya hanya meminta satu hal: jangan biarkan saya berjalan sendiri. Mari kita saling membersamai, tidak saling meninggalkan di tengah badai, dan terus saling menguatkan hingga kelak kita kembali bertemu dalam Temu Daerah berikutnya,” pungkasnya.

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *