Home / Sosial & Budaya / Hidup dalam Gelap dan Kemiskinan, Lansia di Tasikmalaya Luput dari Perhatian
IMG-20260111-WA0017

Hidup dalam Gelap dan Kemiskinan, Lansia di Tasikmalaya Luput dari Perhatian

Tasikzone.com – Di sebuah sudut Saguling Panjang, Kelurahan Cilamajang, Kota Tasikmalaya, Mak Mursih (80) menghabiskan hari-harinya dalam senyap.

Usianya telah renta, tubuhnya kian melemah, sementara penglihatannya perlahan memudar. Di tengah keterbatasan itu, ia menjalani hidup tanpa pernah merasakan uluran bantuan sosial dari pemerintah.

Gangguan penglihatan yang dialami Mak Mursih semakin hari kian parah. Matanya tak lagi mampu melihat dengan jelas, bahkan untuk sekadar mengenali wajah orang di sekitarnya.

Dugaan penyakit mata yang dideritanya tak pernah mendapatkan kepastian medis, sebab keterbatasan ekonomi membuatnya tak sanggup mengakses layanan kesehatan.

Dengan penglihatan yang terus mengabur, Mak Mursih hanya bisa pasrah menjalani hari. Keinginan untuk berobat dan kembali melihat terang dunia tinggal harapan yang sulit digapai. Tak ada biaya, tak ada pendampingan, dan tak ada jaminan kesehatan yang menemaninya di usia senja.

Kabar tentang kehidupan Mak Mursih akhirnya sampai ke telinga Yayasan Padi Nusantara Sejahtera. Tergerak oleh rasa kemanusiaan, yayasan tersebut menyalurkan bantuan berupa beras dan uang tunai yang diserahkan pada Minggu siang, 12 Januari 2026. Bantuan sederhana itu menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan yang ia hadapi.

BACA JUGA   Walikota Berjanji Bantu Anisa Bocah Penderita Katarak

Relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, Yanuar M Rifqi, mengaku sangat prihatin melihat kondisi Mak Mursih. Menurutnya, kisah seperti ini seharusnya tidak terjadi, terutama di tengah berbagai program bantuan sosial yang digulirkan pemerintah.

“Ini harus menjadi perhatian serius Pak Wali Kota, khususnya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Mak Mursih tidak terdata sebagai penerima bantuan sosial, sementara kondisi kesehatannya pun belum pernah diperiksa,” ujarnya.

Ia berharap, kisah Mak Mursih menjadi pengingat bagi semua pihak agar tidak ada lagi lansia yang menjalani masa tua dalam kekurangan, kesendirian, dan tanpa sentuhan kepedulian, baik dari sisi bantuan sosial maupun layanan kesehatan. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *