Home / Kab. Tasikmalaya / Bank Sampah MBG Jadi Solusi Penanganan Sampah Di Pesantren Cipasung
IMG-20260106-WA0032

Bank Sampah MBG Jadi Solusi Penanganan Sampah Di Pesantren Cipasung

Tasikzone.com – Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi mendorong pengembangan pengelolaan sampah berbasis pesantren melalui Bank Sampah Manage, Build, and Grow (MBG) yang digagas santri Pondok Pesantren Cipasung. Program ini dinilai mampu menjadi solusi persoalan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Asep saat menghadiri peluncuran Bank Sampah MBG di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kampung Cipeundeuy, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (6/1/2026).

Asep mengatakan, MBG merupakan bagian dari program strategis nasional yang mendapat respons positif dari masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya muncul persoalan lanjutan berupa peningkatan sampah sisa makanan yang perlu ditangani secara serius.

Ia menilai kehadiran Bank Sampah MBG di sekitar lingkungan pesantren menjadi jawaban konkret atas persoalan tersebut. Menurutnya, inisiatif pengelolaan sampah yang lahir dari pesantren dan santri merupakan langkah progresif yang patut dijadikan contoh.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, kami mendukung penuh upaya ini dan mendorong agar praktik baik ini dapat direplikasi di pesantren maupun lingkungan lain,” ujarnya.

BACA JUGA   Dinkes Kesehatan Akan Bangun IPAL Di 9 Puskesmas Yang Ada Di Kota Tasik

Asep menegaskan, pengelolaan sampah melalui Bank Sampah MBG tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Sampah plastik dapat didaur ulang, material non-daur ulang diolah menjadi briket, sementara sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos dan pakan maggot.

Ia berharap Bank Sampah MBG Ponpes Cipasung dapat menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis pesantren, baik di tingkat kabupaten maupun nasional.

Sementara itu, CEO Bank Sampah MBG Ponpes Cipasung, Muhammad Nazmi, menyebutkan pembentukan bank sampah tersebut berawal dari tingginya timbulan sampah di wilayah Cipasung yang mencapai 0,5 hingga 5 ton per hari.

Menurut Nazmi, Bank Sampah MBG dihadirkan untuk mengelola sampah secara terpadu, bukan sekadar memindahkan, tetapi mengolahnya agar memiliki nilai guna.

“Pengolahan dilakukan dengan memanfaatkan maggot untuk mengurai sampah organik, serta produksi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan oleh petani, peternak, dan masyarakat,” kata Nazmi. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *