Tasikzone.com – Di sebuah rumah sederhana di wilayah Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Abah Hopid Supriadi (73) menjalani hari-harinya dengan penuh keterbatasan.
Sejak empat tahun terakhir, ia harus berjuang melawan penyakit stroke yang membuat tubuhnya tak lagi sekuat dulu. Di usia senja, Abah Hopid hanya ditemani sang istri yang juga sudah lanjut usia, saling menguatkan dalam kesederhanaan dan keterbatasan hidup.
Kondisi tersebut mengetuk kepedulian berbagai pihak. Bantuan yang disalurkan oleh Yayasan Padi Nusantara Sejahtera (PNS) menjadi secercah harapan bagi Abah Hopid dan keluarganya, melalui program Save Jompo yang rutin setiap hari Rabu dan Minggu Yayasan ini tidak pernah absen memberikan bantuan kepada Lansia.
Tokoh masyarakat setempat, Ustaz Dadar Mikdar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
“Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah dan dibalas pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT,” ujarnya, seraya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup Abah Hopid. Rabu (31/12/2025)
Sementara itu, Relawan Yayasan PNS, Yanuar M. Rifqi, menegaskan bahwa Abah Hopid hanyalah satu dari sekian banyak lansia yang hidup dalam kondisi miskin ekstrem dan membutuhkan uluran tangan. Ia berharap perhatian pemerintah daerah dapat hadir lebih nyata di tengah masyarakat.
“Kami berharap Wali Kota Tasikmalaya beserta jajaran bisa membuka hati dan melihat langsung kondisi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.
Yanuar juga berharap Ketua Baznas, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Kesehatan dapat turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar Abah Hopid terpenuhi. Bagi Abah Hopid, kepedulian sekecil apa pun bukan sekadar bantuan, melainkan harapan untuk terus bertahan di sisa usia yang dijalani dengan penuh kesabaran. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia