Home / Opini / Selamat Datang Mahasiswa Baru Kau Cahaya Perjuangan!!!
Selamat Datang Mahasiswa Baru Kau Cahaya Perjuangan!!!

Selamat Datang Mahasiswa Baru Kau Cahaya Perjuangan!!!

Penulis oleh: Asep Zidan B

Wahai generasi penerus yg memberikan cahaya perjuangan,kita pada hakikatnya merupakan upaya perubahan dimana perubahan yg di kehendaki bukan perubahan segelintir saja, namun perubahan masal dari semua manusia tnpa kecuali yg mencangkup seluruh dimensi kehidupan manusia. Oleh karena itu mahsiswa sebagai akademisi juga berperan sebagai agent of change, sosial control, dan iron stock bagi perkembangan bangsa.

mahasiswa pembaharu harus berpikir dinamis,kreatif dan inovatif, bebas dari indoktrinasi dogmatis, melepaskan diri dari segala fanatisme sempit, maka seorang mahasiswa harus bisa berdiri sendiri menghadapi segala resiko, oleh karna itu kita sebagai mahasiswa harus berprinsip “Berdiri di atas dan untuk semua golongan juga mau memimpin dan siap di pimpin”.

Kawan!! kita harus sadar bahwa peradaban bangsa ada di tangan kita menurut Ibnu Khaldun bahwa : dalam setiap siklus lahir dan runtuhnya peradaban ada 3 generasi yg berperan di dalamnya
Generasi pembangun , Generasi Penikmat, generasi yg apatis

JANGAN sampai kita termasuk generasi penikmat dan acuh tak acuh terhadap bangsa kita sendiri karna di tangan kita ada segenggam harapan dan perubahan jadilah aktivis sejati yg memiliki doble treck : treck akademik dan treck organisasi. KENAPA HARUS BERORGANISASI? karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk individu dan sosial yg erat hubungannya,dan di organisasi lah kita di latih berdinamika, kritis, di asah intelektualitas juga di bentuk kepribadian yg berintegritas.

maka berproses lah di organisisasi karena proses adalah pembelajaran yg sebenarnya,organisasi yg menuntut kecerdasan, kreativitas dan peduli terhadap bangsanya salah satunya adalah HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)

Mengapa Harus Ber-HMI?
HMI adalah organisasi kemahasiswaan yang didirikan dengan semangat mempertemukan semangat nasionalisme kebangsaan Indonesia dan Islam Indonesia.Hal tersebut tercermin dalam tujuan awal berdirinya HMI yakni.Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia.Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam.HMI sehingga dapat terus eksis menjadi organisasi kemahasiswaan tertua (berdiri 14 Rabiul Awal 1366 H bertepatan 5 Februari 1947, kurang dari 2 tahun setelah kemerdekaan NKRI) dan terbesar.

Dalam kerangka itulah, HMI kemudian memiliki visi menciptakan kader yang memiliki visi lima kualitas insan cita seperti yang tercermin dalam tujuan HMI, yakni Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil-makmur yang diridhoi Allah SWT.

HMI mengembangkan dimensi lain dari agama Islam dari yang umum dipahami dan dipraktekkan di Indonesia, agar umat Islam Indonesia tidak terjebak dalam Islam syariah yang telah membelenggu umat sehingga berpikir seolah-olah Islam hanya sebatas itu.

Dalam rangka itulah HMI mengembangkan Nilai-nilai Dasar Perjuangan yang merupakan jendela pemahaman Islam di HMI dalam ranah teologi, pemikiran sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

Gagasan kritis dan rencana strategis yang ideal membuat organisasi ini menjadi benteng besar terhadap birokrasi yang diluar dari koridor harapan masyarakat. Konsistensi HMI untuk mengawal perubahan, pembaharuan serta pembangunan bangsa dibuktikan dengan banyaknya tokoh tokoh intelektual dan politik yang lahir dari rahim HMI ini tentunya memberikan konstribusi besar terhadap perubahan di masyarakat dan struktur pemerintahan indonesia. Keterlibatan HMI di tengah hiruk pikuk persoalan bangsa ini mengalami distorsi terhadap khittah HMI sebagai organisasi perjuangan.

Karakter kader HMI yang kritis dan intelek merupakan ekspektasi dari orientasi training, kader HMI mestinya menjadi cerminan bagi setiap mahasiswa yang mengharapkan perubahan secara totalitas terhadap karakter berpikir yang dipahami sebelumnya. Organisasi perkaderan idealnya akan mengahasilkan kader-kader yang intelek,kritis dan kooperatif sehinggan mission organisasi akan terealisasikan dengan adanya kesadaran kolektif bagi seluruh stackholder yang ada di Internal HMI. Kolektifitas kader sangat dibutuhkan guna terciptanya Insan pencipta serta pengabdi, keniscayaan yang tak bisa ditolak bagi seluruh kader yakni loyalitas, militansi dan tanggungjawab akan visi, misi dan tujuan dari organisasi.

Masa depan HMI yang cerah menjadi harapan seluruh anggota dan kader yang berkiprah menjadi pioner-pioner organisasi. Ikut berjuang mempertahankan eksistensi HMI sebagai organisasi pergerakan menjadi landasan utama agar organisasi mampu melakukan perubahan sosial ditengah arus zaman yang semakin mencekam perkembangan kemanusian manusia. Padahal dewasa ini, ide-ide yang dulu kontraversial itu telah menjadi mainstream dan mulai banyak mendapat apresiasi positif dari khalayak masyarakat. Apalagi tantangan HMI saat ini ialah ditengah maraknya koruptor, kader HMI juga jangan mengedepankan kepentingan pribadi tetapi harus memikirkan kepentingan masyarakat di Negeri ini. Brandstroming merupakan nilai lebih yang dimiliki HMI kemarin, kini dan nanti.

Maka dari itu sangat berbahagia sekali jika kita sebagai kader HmI selalu Ber-HmI untuk menjadi kader yang kritis, profesional dan progresif demi terwujudnya mission HmI.Yakin Usaha Sampai (Yakusa) Bahagia HMI.
Jangan berhenti berproses dan jangan berproses untuk berhenti!!!!
**IMAN-ILMU-AMAL**

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *