Home / Sosial & Budaya / Persempit Ruang Intoleran, Abah Anton Gagas Sawala Kebangsaan
Persempit Ruang Intoleran, Abah Anton Gagas Sawala Kebangsaan

Persempit Ruang Intoleran, Abah Anton Gagas Sawala Kebangsaan

Tasikzone.com-Disadari atau tidak, sifat Intoleransi dan kekerasan tengah hadir dan selalu menghantui kehidupan sekarang ini. Perbedaan pendapat yang dulu hanya menjadi bahan diskusi dan konsumsi orang yang berselisih, saat ini muncul ke permukaan menjadi konsumsi publik. Keberadaan media sosial seolah-olah menjadi arena baru pergulatan ide, gagasan dan pendapat. Tidak kalah sengit dengan Padang Kurusetra tempat perang Baratayudha terjadi.

Kondisi tersebut menjadi keprihatinan bersama. Sekarang ini tidak aneh apabila ada orang yang terlibat pertikaian dengan orang yang tidak kenal sama-sekali. Seperti pada beberapa kejadian, pertikaian yang berawal dari perbedaan pendapat di medsos berakhir di dunia nyata. Misal, kasus murid SMP yang melakukan perisakan kepada siswi lainnya di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta adalah gambaran nyata bahwa kekerasan sudah menggejala pada sebagian masyarakat.

Lalu, pada tingkat lebih tinggi, pertikaian berubah menjadi konflik antara kelompok yang berbeda faham dan ideologi. Tentunya, jal tersebut sangat rawan bagi persatuan bangsa Indonesia bila dibiarkan berlarut-larut dengan begitu saja. Untuk menjawab kondisi tersebut, Irjen. Pol. DR. Drs. Anton Charliyan, MPKN menggagas suatu kegiatan yang diharapkan dapat memperkuat kondisi persatuan yang mulai terkikis. Kegiatan tersebut bertajuk ‘Sawala Kebangsaan Indonesian National Spirit di Tatar Sunda’. Istilah Sawala sendiri menurut Wikipedia Sunda adalah diskusi bertukar fikiran dan membahas gagasan. Pada Sawala Kebangsaan perdana, pernah dilakukan Abah Anton sewaktu menjabat Kapolda Jabar yang dihadiri ratusan Da’i Kamtibmas dari 22 Polres di Kota dan Kabupaten di Jawa Barat.

Selama tiga hari, para santri berkumpul dan melaksanakan kegiatan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jabar di Cisarua Kab. Bandung Barat. Berbagai lomba keagamaan disiapkan oleh panitia penyelenggara seperti Lomba Tilawah Al Qur’an, Lomba Tausyiah, dan Lomba Karya Tulis Anti Hoax. Selain itu, panitia juga menyiapkan satu jenis lomba yang istimewa yaitu lomba memasak. Tidak ketinggalan para peserta mendapat pencerahan beberapa materi tentang Wawasan Kebangsaan, Perundang-undangan, hingga terstimoni kesaksian mantan anggota Jamaah Islamiyah Nasir Abas.

Di hari terakhir pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta yang dinyatakan sehat mengikuti kegiatan jalan santai mengelilingi wilayah seputar SPN Cisarua. Kegiatan itu diibaratkan sebagai pemusatan dari berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Sebagai simbol para peserta telah selesai melaksanakannya. Para peserta melakukan prosesi pembaretan dan pemasangan pin Dai Kamtibmas. Da’i Kamtibmas Polda  Jabar sekarang sudah memiliki identitas baru berupa baret Putih berlis Merah serta pin Da’i Kamtibmas yang disemat di dada.

Dari kegiatan ini Irjen Pol Anton Charliyan berharap para Da’i Kamtibmas dapat menjadi mitra Polri bersama elemen bangsa lainnya untuk menjaga NKRI tetap utuh dalam bingkai persatuan dan persaudaraan.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *