Home / Kiprah Pemerintah / Peresmian Kampung Batik Bright Gas, Dorong Pelaku UKM Tidak Memakai Gas Melon
PhotoGrid_1572609277224

Peresmian Kampung Batik Bright Gas, Dorong Pelaku UKM Tidak Memakai Gas Melon

Kota Tasikmalaya, tasikzone.com-Walikota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menghadiri peresmian Kampung Batik Bright Gas, Jumat (01/10/2019) di Kampung Ciroyom Kelurahan Nagara sari Kecamatan Cipedes.

Dalam Sambutannya Walikota Tasikmalaya mengatakan pemerintah sangat mengapresiasi adanya Kampung Batik Brigh Gas, Ini sebagai upaya Sosialisasi Pemerintah melalui Pertamina untuk mensosialisasikan dari peraturan menteri ESDM kalau tabung gas ini bisa terbagi bagi. Ada gas melon yang bersubsidi sesuai peraturan menteri, dan ada juga Bright Gas.

“UMKM itu bukan haknya menggunakan gas melon. Ini menjadi contoh, dan kesadaran dari pelaku UMKM yang sudah bergeser ke bright gas. Kami pemerintah punya kewajiban untuk mensosialisasikan gas subsidi ini harus tepat sasaran” Ucap Budi

Melalui Persemian ini diharapkan tumbuh kesadaran dari masyrakat pelaku UKM gas melon ini bukan haknya. “Penghargaan Dan Apresiasi Setinggi tingginya kepada pelaku UKM Yang telah menggunakan Bright Gas” Tandas Budi

Sementara itu Tengku Fernanda GM Pertamina Wilayah III dalam sambutannya menyampaikan di Kampung Batik ini tercatat ada 34 UKM 400 tenaga kerja. Namun untuk Tahap awal kini sudah ada 25 pengrajin yang menggunakan Bright Gas.

“Di Kampung ini sudah kami branding Brigh gas, kami buatkan peta Kampung Batik untuk para wisatawan, Gapura dengan Branding Brigh Gas, Kita juga bangun tugu batik dengan branding Brigh gas, neon bok dengan tanda pengrajin batik yang sudah mnggunakan Brigh gas. Dan Para pengrajin juga dijadikan Sebagai Mitra binaan pertamina untuk perkembangan usahanya kedepan” Beber Tengku Fernanda.

Tengku Fernanda sangat menghargai dukungan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya kepada Kampung Batik Bright Gas, Kampung ini akan menjadi pusat Penukaran tabung, jadi central Penukaran.

“Kami sangat menghargai dukungan dari pemkot tasik, dimana Industri batik ini dari menggunakan LPG 3 kg ke Bright gas. Dengan demikian LPG 3 kg bisa dinikmati oleh masyarakat yang benar benar membutuhkan” Pungkasnya

Ditempat yang sama HJ Enok Pemilik Batik Agnesa yang sudah memakai Bright Gas mengatakan dengan memakai Bright Gas penggunaanya dirasa lebih lama. Pemakaiannya sangat aman

“Kelebihannya tidak ribet, waktu pakai melon sering gak pas regulatornya setelah makai Bright gas berani pasang sendiri dan merasa lebih aman. Jangka waktunya lebih lama” Ucap Hj Enok.(rian)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!