Home / Pendidikan / Membudayakan Tradisi Tafaqquh Fiddin melalui Muhadhoroh ‘Ammah di Ma’had Aly Idrisiyyah Tasikmalaya
IMG-20190222-WA0057

Membudayakan Tradisi Tafaqquh Fiddin melalui Muhadhoroh ‘Ammah di Ma’had Aly Idrisiyyah Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya, tasikzone.com-Tasawuf, pilar membangun peradaban Islam akhir zaman menjadi tema sentral dalam kegiatan muhadhoroh ‘Ammah yang di selenggarakan oleh Ma’had Aly Idrisiyyah Tasikmalaya

Kegiatan yang dilaksanakan pd hari Rabu 20 Februari 2019, Pukul 20.00 WIB berlangsung di Aula Musyahadah Pesantren Idrisiyyah dan dihadiri oleh sekitar 250 peserta. Terdiri dari Mahasantri Ma’had Aly Idrisiyyah, Mahasantri Ma’had Aly Miftahul Huda Manonjaya dan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Idrisiyyah (FKMI) serta santri tingkat akhir Pondok Pesantren Idrisiyyah.

Mudir Ma’had Aly Idrisiyyah yg menjadi inisiator kegiatan ini Ust. Asep Deni, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan dalam rangka membudayakan tradisi keilmuan (tafaqquh fiddin) di kalangan mahasantri, dgn menghadirkan pembicara² yg sangat kompeten di bidangnya, sehingga dgn ada kegiatan² semacam ini diharapkan tradisi keilmuan di kalangan mahasantri semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Acara ini di isi oleh Mursyid Tarekat Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag dan Direktur PD Pontren Kemenag RI Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Ag

Di hadiri juga oleh Kabid PD Pontren Kemenag Prov Jawa Barat Dr. H. Abu Bakar Shiddiq, M.Ag, Kasi PD Pontren Kab. Tasikmalaya Drs. H. Asep Barhia, M.Pd.I dan Mudir Ma’had Aly Miftahul Huda Manonjaya

Dalam materinya Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag menyampaikan tentang pentingnya menintegrasikan 3 rukun agama: Iman, Islam dan Ihsan, yang di formulasikan menjadi 3 disiplin ilmu yaitu Tauhid, Fiqih dan Tasawuf. ketiga disiplin ilmu ini harus menguatkan satu sama lain, dalam hal ini tasawuf merupakan ruh dari kedua disiplin ilmu tersebut dan disiplin ilmu yang lainnya.

Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd selaku Direktur PD Pontren Kementrian Agama RI dalam presentasinya Beliau menyampaikan bahwa sejatinya sebuah ma’had aly itu untuk melembagakan tradisi tafaqquh fiddin, nilai- nilai dan budaya pesantren.

Karena pada saat ini terjadi krisis kader ulama yang memiliki pemikiran yang integral dari kekuatan tauhid, fiqih dan tasawuf. Sehingga dengan adanya ma’had aly diharapkan menjadi tempat untuk proses kaderisasi ulama yang memiliki pemikiran yang dapat mengintegrasikan antara keilmuan Tauhid, fiqih dan tasawuf.

Acara ini diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan dan sesi foto bersama pemateri dan seluruh tamu undangan.(ibye)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *