Home / Surat Pembaca / Gagal SBMPTN ? Ada Medan Menuju Roma
Gagal SBMPTN, Ada medan menuju Roma

Gagal SBMPTN ? Ada Medan Menuju Roma

Assalamualaikum sahabat tasikzone.com Tak banyak seuntaian kata kata yang mampu kuucapkan, selain rasa syukur yang selalu menggejolak atas segala nikmat dan karunia-Nya, yang takan mampu kita hitung walau dalam ribuan kedipan mata sekalipun. Subhanallah…

Teruntuk semua teman-teman yang merasa Andilau. ( Antara dilema dan Galau ) teruntuk teman-teman disini yang baru saja menjumpai keberhasilan yang tertunda, dan teruntuk teman-teman yang larut dalam patah hati dan kecewa. Tidak bisa dipungkiri, sayapun seperti demikian. Seperti bulan lalu dalam judul puisi saya ” April ke Mei ” yang berisi tentang sesak yang sangat hebat, dan teruntuk hari kemarin sayapun merasakannya kembali.

Walau tak bisa dipungkiri, mungkin nurani merasa terbodohi. Tapi apa boleh buat, semua ada kadarnya semua memiliki koridornya masing-masing.

Bagi saya, hari itu adalah Hari Patah hati Nasional Jilid 3, jika untuk teman-teman jilid 2 dan bagi saya adalah jilid 3. Disini siapa sih yang tidak sama sekali mendambakan masuk perguruan tinggi negeri? Ya tentunya, itu adalah mimpi dari setiap orang. Pertamakali saya teramat sangat bangga karena keinginan saya didukung penuh oleh orangtua. Hingga rasa egois itu pun ada, tanpa disadari, saya sendiri hanyut dalam egois yang berlarut.

Kali pertama saya mengikuti SNMPTN dengan Fakultas dan prodi yaitu Sastra inggris Unsoed. Namun hasilnya Nihil, sesak didapat. Kali kedua saya mengikuti SPAN-PTKIN pendidikan bahasa inggris UIN SGJ Bandung, hasilnya pun masih sama. Hingga tiba pada kali ketiga, ketika pengharapan itu tak lagi ada, dan sayapun curiga hasilnya seperti apa. SBMPTN Sastra inggris Unsoed pun tak kunjung didapat.

Ya Allah, mengapa demikan? Sakit pasti, lebih sakit dari putus cinta sekalipun. Namun jika saya berlarut dalam kesedihan, lantas apa yang akan  saya bangun nanti di masadepan? Tanpa saya sadari, saya terlalu memaksakan kehendak padahal Allah Maha tau apa yang kita butuhkan.

Subhanallah, ketahuilah rencana Allah lebih indah dari apa yang kita harapkan selama ini. Dan saya yakin, semua ini butuh waktu. Butuh kerja keras dan semangat yang tak pernah habis. Karena mengapa? Lihat saja tunas kelapa, takkan tumbuh besar dalam kurun waktu yang sangat singkat. Percayalah teman-teman, semua memiliki cara sukses tersendiri. Jangan sering berkecil hati, yakinlah. Dimanapun kampusmu nanti, itu tetap yang terbaik. Semua orang harus tau, itu adalah romantisme dan sisanya adalah perjuangan-pidibaiq-. So keep hamasah fii sabilillah. Ketika Allah menutup 1 pintu, maka akan dibukakannya pintu pintu yang lain. Aamiin 🙂

semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum wr. Wb..

 

Penulis : Resita Fitria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *