Home / Opini / Bom Waktu
PhotoGrid_1526527456200

Bom Waktu

Penulis Oleh : Rifyal Luthfi MR

Bismillah…Sudah tidak diragukan lagi bahwa untuk mendatangkan kelapangan dada adalah memperbanyak pengetahuan, memperdalam pemikiran, menambah daya nalar, meluruskan pemahaman, menyelami dalil, dan menguak berbagai hakikat segala sesuatu. Seorang pemikir barat yang dalam pengakuannya mengatakan: “Aku punya map tebal dii dalam laci meja kerjaku yang kutuliskan sampulnya judul “Kebodohan yang pernah kulakukan”. Map tersebut kumaksudkan untuk menghimpun arsip setiap kekeliruan, hal sepele, dan puluhan kebiasaan buruk lainnya yang telah kulakukan sepanjang siang dan malam hari agar aku tidak mengulanginya lagi esok harinya.” Jauh sebelum pemikir barat tersebut, para ulama salaf telah melakukan introspeksi yang ketat dan pencarian yang detail terhadap kesalahan yang dilakukan oleh mereka sendiri. Firman Allah swt.: Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri) (Qs. Al-Qiyaamah:2) Al-Hasan Bashri mengatakan bahwa seorang yang benar-benar muslim akan mengintrospeksi, mengevaluasi dirinya dengan perhitungan yang lebih detail daripada pencarian seseorang terhadap kesalahan temannya.

Ar-Rabi` bin Khutsaim mencatat semua ucapannya dari satu jum`at kejum`at yang lain. Jika mendapatkan kebaikan, ia bersyukur kepada Allah; dan jika menemui keburukan, ia segera beristighfar dan memohon ampun kepada Allah. Salah seorang ulama salaf mengatakan: “Aku pernah melakukan suatu dosa empat puluh tahun yang silam dan sampai sekarang aku senantiasa memohon ampunan kepada Allah dengan permohonan dan mendesak tanpa kenal lelah untuk ampunannya bagiku”. Firman Allah swt.:” Dan orang-orang yang telah mereka berikan dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan Mereka.” (Qs Al-mu`minun:60)

Ada beberapa kekeliruan yang sering terjadi berulang dalam kehidupan sehari-hari di antaranya adalah: Menyia-nyiakan waktu, membicarakan hal-hal yang tidak berguna, menganggap penting hal-hal yang remeh, mendengarkan berita dari orang yang sering menebar keresahan, ramalan orang-orang yang membuat diri menjadi lemah. Semua itu akan menimbulkan kekeruhan jiwa dan kesusahan hati, dan juga termasuk hal yang menghambat kebahagiaan hati dan ketentraman jiwa. Jika tidak diperbaiki maka hal tersebut akan menjadi bom waktu yang akan menjadikan diri kita terperangkap ke dalam jurang kenistaan dan jauh dari keberkahan.Rasulullah saw. mengajari pamannya, `Abbas, suatu doa yang dapat menghimpun kebahagiaan dunia dan akhirat, yaitu: Állohummaa inni as`aluka afwa wal Afiyah (Ya Allah sesungguhnya aku memohon ampunan dan kesehatan kepada-Mu). Doa ini mengandung makna yang mencakup segala sesuatu yang disukai.Didalamnya terkandung kebaikan dunia dan akherat.

Maka Buatlah catatan pribadi untuk mengevaluasi diri dan mengingatkan akan semua hal yang negatif yang terlanjur kita lakukan agar kita segera menanggulanginya, sehingga kita dapat mengalami kemajuan pada langkah berikutnya. Umar bin khattab ra. pernah mengatakan: “ Koreksilah dirimu sebelum dikoreksi; evaluasilah dirimu sebelum dievaluasi; dan berbekallah (dengan amal shalih) untuk menyambut hari penampilan yang besar (Perhitungan).

Dibulan Ramadhan yang penuh berkah ini adalah momentum yang tepat untuk mengevaluasi diri, menanggalkan kesalahan yang akan menjadi akumulasi kemaksiatan (Bom Waktu), kemudian memperbaiki diri dengan memperbanyak istighfar, dzikir dan amalan-amalan shalih lainnya, agar menjadi manusia-manusia yang bertaqwa dan mulia di hadapan Allah swt.

Hasbunallah wani`mal wakil

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *