Home / Opini / Adegan Tauhid
Adegan Tauhid

Adegan Tauhid

Penulis Oleh: Rifyal Luthfi MR

Bismillah….Saudaraku, di dunia ini kita banyak dikerumuni oleh hiruk pikuk permasalahan dan dinamika kehidupan, tapi harus kita yakini bahwa Allah tidak akan membebani seorang hamba melainkan sesuai dengan kemampuanya, artinya seyogianya kita tetap berpegang teguh kepada Allah dan meyakini bahwa Allah lah sebagai penolong dan sebaik-baik pelindung
Sebagimana kita ketahui, bahwa sesungguhnya di antara adegan tauhid pada saat menghadapi gangguan yang menyakitkan dari orang lain, ada beberapa adegan yang membuktikan keberadaannya dalam hati orang yang bersangkutan.

Adegan-adegan tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama, sikap memaafkan. Adegan ini membuktikan bahwa Saudara berhati bersih, sehat, dan jernih terhadap orang yang menyakiti Saudara. Lebih setingkat dari derajat ini adalah mengharapkan kebaikan baginya, sedang derajat yang paling tinggi adalah merefleksikan kebaikan Saudara dengan memberi guna kepadanya. Sikap ini dimulai dengan menahan amarah, dalam arti
kata, saudara tidak membalas orang yang menyakiti Saudara dengan perbuatan yang semisal, kemudian memaafkannya, yaitu dengan bersikap toleransi dan mengampuni kesalahannya. Yang terakhir adalah berbuat bajik kepadanya, yaitu membalas keburukannya dengan kebaikan dari pihak Saudara.

Allah swt. telah berfirman“: Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (QS. 3:134) Maka barang
siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah swt. (Qs. 42:40) “ Dan hendaklah mereka mamaafkan dan berlapang dada. (Qs. 24 : 22).

Dalam sebuah Atsar disebutkan: ”Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku untuk bersilaturrrahim kepada orang yang memutuskannya dariku, memaafkan orang yang berbuat aniaya kepadaku, dan memberi kepada orang yang tidak pernah mau memberi kepadaku.”

Kedua, adegan pasrah kepada taqdir Allah, yaitu dengan meyakini bahwa tidaklah sekali-kali seseorang menyakiti Saudara, melainkan karena qadha dan qodar Allah telah menentukan demikian, karena sesungguhnya orang yang menyakiti Saudara hanyalah sebagai sarana semata, sedang yang menetapkan dan yang memutuskan demikian hanyalah Allah. Oleh karena itu, berserah diri dan patuhlah kepada ketentuan Allah.

Ketiga, adegan kifarat, artinya bahwa perlakuan yang menyakitkan itu adalah sebagai kifarat terhadap dosa-dosa Saudara, menggugurkan keburukan-keburukan Saudara, menghapuskan kesalahan-kesalahan Saudara, dan meninggikan derajat Saudara. “Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang, dan yang dibunuh, pastilah akan kuhapuskan kesalahan-kesalahan mereka. (Qs.3:195)

Termasuk hikmah yang dianugrahkan oleh Allah kepada kebanyakan kaum mukmin adalah terhapusnya rasa dendam dan permusuhan dari kalbu mereka. Demikianlah karena Allah swt. telah memerintahkan kepada mereka untuk bersikap demikian melalui firman-Nya: “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia (Qs. 41:34).

Nabi saw. telah bersabda : “Orang muslim sejati adalah orang yang menghindarkan kaum muslim dari gangguan lisan dan tangannya.”
Artinya hendaknya Saudara menyambut orang yang telah menyakiti Saudara dengan gembira, kata-kata yang lembut, dan wajah yang cerah, agar tungku kebencian dari api permusuhannya padam. “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka .” (Qs 17:53).

Saudaraku, marilah kita saling memaafkan, saling memahami, saling memberi, saling mengingatkan (menasehati), saling mendo`akan, dan saling menjaga di antara saudara-saudara kita. Mudah-mudahan Allah Swt. memberikan kepada kita jalan yang lurus disertai ridho serta maghfirah-Nya. Amiin

Hasbunallah wani`mal wakil

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *